Breaking News
Memuat breaking news...

Kakanwil Kemenag Aceh: Keluarga Sakinah Basis Pendidikan Anak

Redaksi
Redaksi
Jumat, 24 Juli 2026 - 1.54 PM WIB
Kakanwil Kemenag Aceh: Keluarga Sakinah Basis Pendidikan Anak
Kakanwil Kemenag Aceh Drs H Azhari MSi. (Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

ACEH BESAR (Waspada.id): Keluarga sakinah merupakan basis dalam membentuk karakter dan pendidikan anak. Untuk itu, peran keluarga sebagai madrasah pertama bagi generasi penerus harus terus menerus kita aktualkan.

Keluarga bukan sekadar tempat tinggal, tetapi menjadi pusat pendidikan bagi anak-anak, baik dalam pembentukan akhlak, keimanan, maupun kepribadian. Dari keluargalah seorang anak pertama kali mengenal nilai-nilai Islam dan kehidupan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Drs. Tgk. Azhari, M.Si menyampaikan hal itu dalam khutbah Jumat di Masjid Jami Tgk Chik Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Jumat (24/07/2026), bertepatan dengan 9 Safar 1448 Hijriah.

Allah Swt berfirman: “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar-Rum: 21)

Azhari mengatakan, bahwa tujuan pernikahan adalah menghadirkan ketenangan (sakinah), menumbuhkan rasa cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah).

Menurut penjelasan para mufassir seperti Ibnu Katsir, ketenangan dalam keluarga menjadi landasan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat bagi anak.

Selain itu, tambahnya, tafsir Buya Hamka dalam Al-Azhar juga menekankan, bahwa perpaduan antara cinta dan kasih sayang akan menciptakan suasana harmonis yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Lebih lanjut, Azhari mengingatkan tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak sebagaimana firman Allah dalam Surah At-Tahrim ayat 6:

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Tafsir Al-Qurthubi menjelaskan, ayat ini mengandung kewajiban mendidik keluarga dengan ajaran Islam dan akhlak yang baik.

“Karena itu, Allah Swt memerintahkan setiap mukmin menjaga diri dan keluarganya dari api neraka,” tegas Azhari.

Pada bagaian lain, Azhari menyampaikan hadis Rasulullah saw yang menyebutkan bahwa setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menegaskan peran orang tua sebagai pemimpin dalam keluarga yang bertanggung jawab atas pendidikan anak.

“Mari kita perhatikan contoh positif di tengah-tengah masyarakat, keluarga yang membiasakan ibadah seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan menjaga komunikasi yang harmonis, cenderung mampu melahirkan anak-anak yang berakhlak mulia,” ungkapnya.

Sebaliknya, katanya, kurangnya perhatian dan minimnya nilai keislaman dalam keluarga dapat berdampak pada lemahnya karakter dan kepribadian anak.

“Untuk itu, marilah senantiasa kita berdoa agar diberikan keluarga yang sakinah dan keturunan yang menjadi penyejuk mata,” pesannya.

Allah Swt berfirman: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk (penyenang) hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Furqan: 74).

“Kita tidak boleh bosan berharap kesadaran masyarakat akan terus meningkat untuk menjadikan keluarga sebagai basis pendidikan anak, guna melahirkan generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.(id66)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement