Kakao Aceh Tenggara Jadi Penopang Ekonomi Puluhan Ribu KeluargaKakao Aceh Tenggara Jadi Penopang Ekonomi Puluhan Ribu Keluarga

KUTACANE (Waspada.id): Komoditas kakao bukan sekadar tanaman perkebunan bagi masyarakat Aceh Tenggara. Kakao telah menjadi salah satu penopang perekonomian puluhan ribu keluarga di daerah itu.
Demikian Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry, SE, MM saat membuka Lokakarya Duek Pakat Kakao Aceh XIII di Oproom Setdakab Aceh Tenggara, Sabtu (8/8).
Lokakarya yang mengangkat tema “Revitalisasi Kakao Aceh Berbasis Agroforestry Berkelanjutan Menuju Hilirisasi Tangguh” itu menjadi forum untuk memperkuat pengembangan komoditas kakao Aceh, mulai dari budidaya hingga hilirisasi.
Salim Fakhry mengatakan, dirinya bangga terhadap kualitas biji kakao Aceh Tenggara yang telah mendapat pengakuan di tingkat internasional. “Komoditas kakao bukan sekadar tanaman perkebunan biasa, tetapi merupakan urat nadi perekonomian bagi puluhan ribu keluarga di Kabupaten Aceh Tenggara,” ujar Bupati.
Karena itu, dia mengajak seluruh pihak untuk menjaga keberlanjutan perkebunan kakao dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Di sisi lain, rantai pasok dan hilirisasi kakao juga perlu diperkuat agar memberikan manfaat yang lebih besar dan adil bagi petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Azanuddin Kurnia, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Duek Pakat Kakao Aceh XIII.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, mitra pembangunan, pelaku usaha, dan para narasumber untuk mendorong kemajuan komoditas kakao Aceh.
“Distanbun Aceh sangat mendukung kegiatan ini karena merupakan bagian dari kolaborasi bersama para mitra dan narasumber,” ujarnya.
Lokakarya tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Aceh Tenggara Deni Febrian Roza, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Purnomo, Sekda Aceh Tenggara Yusrizal, para asisten, camat dan kepala OPD.
Hadir pula anggota DPRA Yahdi Hasan Ramud, Kepala Cabang Bank Aceh Doni Rachman, Kepala Distanbun Aceh Azanuddin Kurnia, perwakilan Direktorat Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat, Direktur BPDLH Joko Tri Haryanto serta Ketua Umum Forum Kakao Aceh (FKA) Lilis Indriansyah. (id80)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda