Breaking News
Memuat breaking news...

Kalapas Padangsidimpuan Janji Tidak Ada Ganja Lagi

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 25 Juli 2026 - 2.28 PM WIB
Kalapas Padangsidimpuan Janji Tidak Ada Ganja Lagi
Kalapas Kelas IIIB Padangsidimpuan sambut Kapolres yang baru dengan penuh suka cita. (Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

P.SIDIMPUAN (Waspada.id): Kepala penjara Salambue atau Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Padangsidimpuan, Matrios Zulhidayat Hutasoit, berjanji selama kepemimpinannya tidak akan ada lagi warga binaan maupun pegawai yang berbisnis narkoba.

Hal ini sebagaimana terjadi pada saat Polres Padangsidimpuan dipimpin Kapolres AKBP Wira Prayatna. Sebanyak 6.8 Kilogram ganja dalam karung putih ditemukan di blok paling ketat pengamanannya di Lapas Padangsidimpuan dan warga binaan tertuduh sebagai 'pemainnya'.

Janji itu diutarakan Kalapas Matrios Zulhidayat Hutasoit pada saat menerima kunjungan Kapolres Padangsidimpuan yang baru AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky didampingi para pejabat utama (PJU) di ruang kerjanya, Jumat (24/7/2026) pagi.

Selain ganja, Lapas Padangsidimpuan juga berkomitmen memberantas peredaran dan penyalahgunaan segala jenis narkotika dan zat adiktif. Seperti pemakaian sabu-sabu dan inex atau psykotropika.

"Saya janji tidak akan terulang kembali" kata Kalapas Padangsidimpuan mengingatkan kasus penemuan 6.8 Kg ganja yang hanya menetapkan empat orang tahanan sebagai tersangka.

Kapolres Padangsidimpuan yang baru AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky berterimakasih atas janji dan komitmen Kalapas Matrios Zulhidayat Hutasoit, karena sangat membantu tugasnya di kota ini.

Pertemuan dan perkenalan diri tersebut berlangsung khidmat, lancar dan penuh suka cita serta rasa kekeluargaan. (Id45)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement