Kampus Boleh Tutup, Yayasan Alimbas HMI Siap Inisiasi Pendirian Kembali ITM


TANGERANG (Waspada.id) : Pengajian rutin Yayasan Alimbas Alumni HMI (Alimbas) Jabodetabek yang dihelat di Tangerang Selatan, Banten, pada Minggu (1/11/2026) di bawah naungan tuan rumah Alumni HMI ITM Jabodetabek Komisariat Institut Teknologi Medan ( KAHMI ITM Jabotabek) menghadirkan semangat persatuan yang kuat. Meski institusi kampus induk telah ditutup, para alumni menegaskan bahwa spirit perjuangan HMI Komisariat ITM tidak pernah padam.
Ketua Panitia Tuan Rumah ITM Pengajian Yayasan Alimbas, Syawaluddin Nasution, menegaskan bahwa eksistensi kader alumni HMI ITM tetap terjaga dan tidak pernah surut meski menghadapi tantangan berat pascatutupnya kampus.
"HMI ITM nggak ada matinya, walau kampus tutup. Tidak absen dari kegiatan kegiatan Alimbas," ujar Syawaluddin dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, senior alumni Komisariat ITM, Ikhwan R Nasution, yang khusus datang menghadiri kegiatan ini dari Batam, Kepulauan Riau, membeberkan dinamika internal yang berujung pada penutupan kampus teknik tertua di Sumatra tersebut.
Menurutnya, penutupan ini bukan disebabkan oleh persoalan finansial atau utang piutang, melainkan akibat krisis komunikasi dan arogansi struktural di tubuh yayasan pengelola saat itu.
"Komisariat yang terus bertahan walau berserak. Menawarkan saham sebelum tutup kampus, dan melakukan audit independen. Ternyata bukan persoalan uang, tapi kearoganan yayasan hingga ditutupnga kampus ITM," ungkap Ikhwan.
Ia menambahkan, kampus teknik yang pernah menjadi motor penggerak demonstrasi Reformasi 1997 di Medan serta barometer nasional ini menyimpan kepahitan akibat ego sektoral.
Oleh karena itu, mantan Pengurus Besar HMI ini menyerukan kepada seluruh alumni ITM di berbagai lini, termasuk yang berkecimpung di jalur politik dan pembuat kebijakan, untuk bersatu membantu membangun kembali kejayaan ITM.
"Bagi kawan-kawan partai dan yang mempunyai kebijakan, bantulah ITM bisa terbangun lagi. Skill alumni ITM sangat mumpuni di bidang teknik dan teknologi," imbuhnya.
Respons Yayasan dan Rencana Strategis
Menanggapi aspirasi tersebut, Sekretaris Yayasan Alimbas, Robby Anugerah Marpaung, menyatakan bahwa berbagai masukan dan harapan dari Ikhwan R Nasution akan menjadi atensi serius jajaran yayasan, termasuk opsi untuk mengambil alih pendirian kembali institusi pendidikan tersebut.
"Saya sangat salut dengan ITM. Kegiatan ini contoh kampus komisariat ITM menginisiasi alumni komisariat lain. Kami meminta alumni HMI ITM untuk membuat surat ke yayasan agar upaya menghidupkan komisariat dan kampus ITM lebih dimaksimalkan," tutur Robby.
Dukungan serupa disampaikan oleh Ketua Dewan Pembinaan Yayasan Alimbas, Abdullah Rasyid, mengapresiasi ketahanan moral para kader dan alumni HMI ITM yang tetap eksis di tengah ketiadaan fisik kampus.
"Walau kampus tak ada, alumni HMI tetap eksis. Kami berupaya menginisiasi untuk mendirikan kampus ITM. ITM menjadi yang pertama melakukan pengajian komisariat ini," kata Abdullah.
Sementara itu, dari sudut pandang tata kelola kelembagaan, Ketua Dewan Pengawas Riswal Hanafi Siregar mengungkapkan bahwa pihak yayasan saat ini tengah membenahi sistem penataan organisasi dan finansial guna menyongsong kebangkitan kampus.
"Pekerjaan yayasan masih menata. Ke depan dibuat unit usaha, skill dari Yayasan Alimbas sangat memungkinkan, seperti BPR Syariah untuk keuangan, usaha unit teknologi profesional dalam memberikan kepastian yayasan sehingga ada yang diawasi, sehingga yayasan solid dan bisa menjadi harapan para alumni," jelas Riswal.
Penguatan Ekonomi Umat dan Gagasan MS Kaban
Dalam forum yang sama, tokoh senior HMI yang juga mantan menteri kehutanan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, MS Kaban, memberikan pencerahan mendalam mengenai makna silaturahmi, keimanan, serta peran strategis kader HMI dalam menerjemahkan amanat konstitusi dan pembangunan peradaban bangsa.
"Ini adalah langkah-langkah iman membangun silaturahmi. Bisa tukar menukar informasi dan gagasan menjadi rahmat dan hikmah, difasilitasi ITM. Di mana saya tidak bisa dipisahkan perkawanan dengan Prof. Nawawi Lubis, yang merupakan alumni ITM, mengerahkan seluruh arsitektur pembangunan Masjid Kampus Universitas Ibn Khaldun Bogor," ujar MS Kaban.
MS Kaban juga menyoroti pentingnya kepekaan sosial, pelestarian lingkungan, serta penguatan ekonomi umat sebagai perwujudan nyata nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Indonesian.
"Di tempat masing-masing kita bangun solidaritas dan makmurkan masjid. Pasal 33 UUD 1945, yang bisa menterjemahkan adalah alumni HMI. Kecerdasanmu menjadi kemakmuran rakyat sebesar-besarnya. Alumni HMI boleh berbeda partai, tetapi kita harus membangun kemakmuran masyakarat," tegasnya.
Menanggapi gagasan strategis tersebut, Senior Alimbas Amru Mahali, menilai bahwa ide-ide besar yang disampaikan MS Kaban harus segera diterjemahkan ke dalam bentuk formulasi gerakan yang konkret dan berorientasi pada kemandirian ekonomi.
"Pengajian kolektif seperti komisariat ITM ini sangat bagus, lebih menguatkan. Ide gagasan dari MS Kaban dapat ditindaklanjuti oleh yayasan. Sudah sekian kali disampaikan MS Kaban dapat diwujudnyatakan, dan dari mana dimulai. Kebersamaan ini menjadi kerinduan dan kekuatan bersama," ucap Amru.
Hal senada dikuatkan oleh Senior UISU, Ali Hanafiah, yang memandang sinergi lintas komisariat ini sebagai modal sosial yang luar biasa untuk memotori kebangkitan institusi pendidikan teknik kebanggaan Sumatra.
"Kombinasi dari komisariat, kampus yang berbeda-beda menjadi satu kekuatan Alimbas. Yayasan Alimbas buat ITM menjadi kebanggaan di mana ITM adalah ITB-nya Sumatra. Ini bisa terwujud bila Alimbas mendirikannya, memotori pendirian kembali ITM," kata Ali.
Agenda Lanjutan
Menutup rangkaian acara, Dewan Pengawas Yayasan Alimbas, Fadli Nasution, mengumumkan bahwa estafet kepemimpinan tuan rumah pengajian bulanan Yayasan Alimbas selanjutnya akan dilanjutkan pada awal Desember 2026 mendatang dengan Komisariat Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) sebagai tuan rumah.
"Ini sebagai bentuk komitmen yayasan dalam terus mendampingi dan berkolaborasi mempererat silaturahmi antar-alumni HMI atau Alimbas," ujarnya.
Acara pengajian ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus Yayasan Alimbas antara lain Riswal Hanafi Siregar, Fadli Nasution, Abdullah Rasyid, Robby Anugerah Marpaung, Ahmad Sani, dan Tengku Nurzehan, serta sejumlah senior Alimbas seperti Amru Mahali, Wahyuni Hutabarat, Ikhwan R Nasution, Hadhy Priyono, dan Rahmat.
Sementara panitia tuan rumah Pengajian Yayasan Alimbas, Alumni HMI ITM Jabodetabek Komisariat Institut Teknologi Medan ( KAHMI ITM Jabotabek); Penanggung Jawab, Hasriwal AS, Ramadan Meliala, Syafrudin.
Ketua Panitia Syawaluddin Nasution, Sekretaris Ida Flora Siregar, Bendahara: Ernita Sitanggan, Koordinator Tamu Ikhwan R. Nasution, Naimin, Anas Polem, Budi Siregar, Dodi Ispirandi. Koordinator Konsumsi Deliyarti, Juanda, Anast, Eftha. Koordinator. Logistik: Edi Syahputra, Azizul Hakim (Ginting), Anast. (id89)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda