Kantin Sekolah Kelola MBG Dinilai Bukan Langkah Tepat, SPPG Jangan Dikorbankan Demi Anggaran


MEUREUDU (Waspada.id): Jangan sampai alasan efisiensi anggaran justru mengorbankan sistem Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah dibangun dan berjalan. Wacana menyerahkan pengelolaan dan penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada kantin sekolah dinilai bukan langkah tepat tanpa kajian menyeluruh.
Penegasan itu disampaikan PIC SPPG Muko Dayah, Kecamatan Bandar Dua, Yayasan Abdya Maju Raya, Farhan, Jumat (11/9).
Farhan mengatakan, SPPG yang telah tersedia seharusnya dipertahankan, kemudian disempurnakan sesuai kekurangan yang ada. Menurutnya, mengganti skema yang sudah berjalan hanya karena pertimbangan efisiensi anggaran berpotensi mengabaikan investasi fasilitas dan sistem yang telah dibangun.
“Kalau ada kekurangan, SPPG yang sudah ada diperbaiki dan disempurnakan. Jangan hanya karena efisiensi anggaran kemudian SPPG dikesampingkan,” ujar Farhan.
Ia menilai, kantin sekolah juga belum tentu memiliki kesiapan yang sama untuk mengelola penyajian MBG. Aspek kebersihan, keamanan pangan, kapasitas, standar gizi hingga pengawasan harus menjadi pertimbangan utama.
Karena itu, menurut Farhan, sebelum kantin sekolah dijadikan bagian dari pengelolaan MBG, pemerintah perlu memastikan terlebih dahulu kelayakan dan standar pelayanannya.
“Yang sudah ada jangan dibuang. Perkuat, evaluasi dan sempurnakan. Tujuan MBG adalah memastikan anak-anak mendapatkan makanan bergizi dan aman, bukan sekadar mengejar penghematan anggaran,” tegasnya.(Nas)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda