Breaking News
Memuat breaking news...

Kapolda Aceh dan Kasdam IM Pimpin Apel Gelar Pasukan Atasi Tangani Karhutla dan Amankan HDA

Redaksi
Redaksi
Jumat, 14 Agustus 2026 - 4.48 PM WIB
Kapolda Aceh dan Kasdam IM Pimpin Apel Gelar Pasukan Atasi Tangani Karhutla dan Amankan HDA
Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, bersama Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Dwi Sasongko saat apel gelar pasukan di Lanud SIM Blang Bintang, Jumat (14/08/2026).Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BANDA ACEH (Waspada.id): Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, bersama Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Dwi Sasongko memimpin apel gelar pasukan dalam rangka pencegahan dan penanganan karhutla serta pengamanan peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke-21 di Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (14/08/2026).

Pasukan apel gelar pasukan tersebut terdiri atas unsur TNI, Polri, Dishub, Satpol PP, Damkar, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menghadapi ancaman karhutla dan menjaga kondusivitas Aceh menjelang HDA.

Dalam amanatnya, Kapolda Aceh mengatakan bahwa apel gelar pasukan yang dilaksanakan hari ini memiliki makna yang sangat strategis, sebagai wujud kesiapan dan komitmen bersama dalam menghadapi potensi karhutla serta memastikan seluruh rangkaian peringatan Hari Damai Aceh ke-21 dapat berlangsung aman, tertib, khidmat, dan lancar.

Ia menyampaikan, BMKG telah memprediksikan bahwa Aceh memasuki puncak musim kemarau pada Juni hingga September 2026, dengan potensi fenomena El Nino dalam kategori lemah.

"Kondisi itu tentu dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki lahan kering, gambut, perkebunan, hutan, dan semak belukar," sebutnya

Kata Kapolda, data periode Januari—Juli 2026 menunjukkan bahwa luas hutan dan lahan yang terbakar di Aceh mencapai lebih dari 291,1 hektare. Titik kebakaran terbanyak terdapat di Kabupaten Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Barat, dan Aceh Utara. Hal ini tentunya harus menjadi peringatan bagi kita semua.

"Jangan sampai kita baru bertindak setelah api membesar. Pencegahan harus dimulai sebelum api muncul, deteksi harus dilakukan sebelum kebakaran meluas, dan penanganan harus dilaksanakan secepat mungkin ketika terjadi kebakaran. Karhutla ini ancaman bersama. Penanganannya memerlukan keseriusan, kecepatan, ketegasan, dan kolaborasi seluruh elemen bangsa," ujarnya

Selain itu, Kapolda juga menyampaikan bahwa pada Sabtu, 15 Agustus 2026, akan memasuki momentum yang sangat bersejarah bagi seluruh masyarakat Aceh. Di mana sudah 21 tahun Aceh hidup dalam damai sejak MoU Helsinki ditandatangani pada 15 Agustus 2005.

Peringatan HDA tahun 2026 mengusung tema “Pelaksanaan Penyelesaian Konflik secara Damai, Menyeluruh, Berkelanjutan dan Bermartabat dalam Kerangka NKRI”.

Tema ini memiliki makna yang sangat mendalam. Perdamaian adalah bagaimana kita semua menjaga keharmonisan, memperkuat persatuan, menghormati perbedaan, serta memastikan bahwa setiap masyarakat hidup dengan aman dan damai.

"Bagi Polri, tugas kita menjaga agar rangkaian peringatan HDA berjalan aman dan tertib, dan juga menjaga roh perdamaian itu sendiri. Jangan sampai ada tindakan, ucapan, atau sikap kita yang justru mencederai nilai-nilai perdamaian yang selama ini telah kita jaga," harapnya.

Dalam kesempatan itu, Irjen Ruddi menekankan agar seluruh personel dan instansi terkait yang terlibat penanganan karhutla untuk mengutamakan pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi secara masif, khususnya di wilayah rawan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, serta memperkuat peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pencegahan karhutla di tingkat desa.

"Perkuat sinergitas dan soliditas antarinstansi dalam satu gerakan dan satu tujuan, serta tegakkan hukum secara tegas, profesional, dan berkeadilan terhadap setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan," pesannya.

Terkait pengamanan HDA, ia juga menekankan agar personel menjunjung tinggi profesionalisme dan humanisme dalam setiap pelaksanaan pengamanan, serta mengoptimalkan deteksi dini terhadap setiap potensi gangguan kamtibmas serta isu provokatif, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan khidmat, serta berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," katanya.

Di akhir amanatnya, Abituren Akabri 1996 itu menegaskan bahwa pencegahan karhutla dan pengamanan HDA memiliki satu benang merah, yaitu menjaga keselamatan, keamanan, dan ketenteraman masyarakat Aceh.

"Saya percaya, dengan kesungguhan, kedisiplinan, sinergitas, dan kerja keras kita semua, kita mampu mewujudkan Aceh bebas asap, zero karhutla, serta menjadikan HDA tahun ini sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan dan memperkokoh persatuan dalam bingkai NKRI," pungkasnya.

Sementara itu, Pangdam IM yang diwakili Kasdam Brigjen TNI Dwi Sasongko mengatakan bahwa, selaras dengan penyampaian Kapolda Aceh, seluruh kegiatan serta kesiapan yang dilakukan merupakan bukti kerja sama lintas instansi. Menurutnya, tidak ada tugas dan pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh “superman”, tetapi “super team” karena kita saling bekerja sama.

"Kita tadi sangat menyimak apa yang disampaikan oleh Bapak Kapolda. Selaras dengan penyampaian Pangdam, semua kita lakukan dalam rangka membantu Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh, khususnya. Untuk itu, apa yang menjadi penekanan dari Kapolda kita laksanakan dan kita implementasikan di lapangan," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya kepada seluruh peserta apel atas peran dan kesiapan dalam penanganan karhutla, baik tahap pencegahan melalui edukasi, tahap pengawasan melalui patroli, maupun tahap penindakan melalui kerja sama. Menurutnya, hal tersebut akan dapat terwujud apabila kerja sama lintas instansi dapat terlaksana secara optimal.

Begitu juga dengan pelaksanaan pengamanan HDA. Kegiatan ini memerlukan kerja sama lintas instansi. Saat ini, Aceh memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi dalam penanggulangan bencana. Untuk itu, kondisi yang damai, kondusif, dan tertib merupakan modal utama keberhasilan tahap tersebut.

"Untuk itu, yang pertama jaga kesehatan, jaga kekompakan. Yakinlah, apa yang kita lakukan sangat bermanfaat bagi masyarakat Aceh dan tetap tegak dalam bingkai NKRI. Salam hormat kepada para peserta apel. Selamat bertugas," turupnya.(Id74)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement