Breaking News
Memuat breaking news...

Kapolres Madina: Jangan Biarkan Cita-cita Mulia Hancur Karena Narkoba

Redaksi
Redaksi
Rabu, 22 Juli 2026 - 6.29 AM WIB
Kapolres Madina: Jangan Biarkan Cita-cita Mulia Hancur Karena Narkoba
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PANYABUNGAN (Waspada.id): Ratusan pelajar dari 7 SMP/MTs dan 11 SMA/SMK se-Kecamatan Siabu dan sekitarnya mengikuti kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba yang digelar Panitia Generasi Penerus Bangsa bersama Korwasis Madina di Lapangan SMA Negeri 1 Siabu, Selasa (21/7/2026).

Kapolres Mandailing Natal AKBP Bagus Priyadi, S.I.K., M.Si., mengingatkan pelajar agar tidak tergoda sekadar mencoba narkoba, karena ancaman peredaran kini sudah menyasar kalangan pelajar lewat berbagai modus, mulai dari ajakan teman hingga penawaran menjadi kurir.

"Kalian adalah calon dokter, guru, polisi, tentara, pengusaha, hakim, bahkan calon pemimpin Madina. Jangan biarkan cita-cita mulia itu hancur hanya karena narkoba," tegasnya.

Pemateri Kanit 1 Satresnarkoba Polres Madina Iptu Muhammad Zakkir menjelaskan dampak buruk narkoba yang dapat merusak kesehatan, menurunkan prestasi belajar, memicu tindak kriminal, hingga menjerumuskan pelakunya ke dalam jerat hukum. Ia mengajak pelajar memilih pergaulan sehat, berani menolak ajakan narkoba, dan segera melapor kepada orang tua, guru, atau kepolisian jika menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

Kegiatan berlangsung penuh antusias, terlihat dari keaktifan pelajar dalam sesi tanya jawab seputar pencegahan bahaya narkoba. Turut hadir Sekretaris Daerah Madina Afrizal Nasution, Ketua DPRD H. Erwin Efendi Lubis, Kajari Madina, Kepala BNN, Kadis Pendidikan, Camat Siabu, tokoh agama, masyarakat, pendidik, serta insan pers.(id100)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement