Breaking News
Memuat breaking news...

Kapolres Tebingtinggi Tinjau Lokasi Kerusuhan PT Sibulan, Pengamanan Diperketat

Redaksi
Redaksi
Jumat, 7 Agustus 2026 - 1.09 AM WIB
Kapolres Tebingtinggi Tinjau Lokasi Kerusuhan PT Sibulan, Pengamanan Diperketat
Kapolres Tebingtnggi, AKBP Rina Frillya didampingi Kabag Ops Kompol Herliandri meninjau langsung sejumlah aset milik PT Sibulan Estate di Desa Sibulan, Kamis (6/8).Waspada.id/Bambang
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SERGAI (Waspada.id): Kapolres Tebingtinggi AKBP Rina Frillya meninjau lokasi pembakaran gudang pupuk dan perusakan sejumlah aset milik PT Sibulan Estate di Desa Sibulan, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Kamis (6/8/2026).

Peninjauan dilakukan sehari setelah insiden yang dipicu meninggalnya Panda Saragih. Tim Inafis gabungan Polda Sumut dan Polres Tebing Tinggi juga melakukan olah TKP di sejumlah titik, mulai dari lokasi awal Panda Saragih diamankan, klinik tempat korban sempat dibawa, hingga kawasan perkebunan yang menjadi lokasi aksi massa.

Tim Inafis gabungan Polda Sumut dan Polres Tebing Tinggi melakukan olb by CGTKP di sejumlah titik, Kamis (6/8).Waspada.id/Bambang

Di lokasi, Kapolres bersama jajaran mengecek gudang pupuk yang terbakar, kantor kebun, rumah manajer, serta sejumlah bangunan lain yang mengalami kerusakan.

AKBP Rina Frillya menegaskan bahwa proses hukum tetap akan berlanjut. Selain itu, Ia juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Panda Saragih. Menurut AKBP Rina kepolisian juga terus melakukan langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang.

"Proses hukum tetap berlanjut. Kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Panda Saragih. Semoga keluarga diberikan ketabahan. Kami berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu kebenarannya," ujarnya.

AKBP Rina Frillya

Ia menjelaskan, pengamanan di sekitar lokasi juga diperketat. Sebanyak 90 personel Polres Tebingtinggi disiagakan dengan dukungan 30 Satuan Setingkat Peleton (SST) Brimob.

Menambahkan, Kabag Ops Polres Tebingtinggi Kompol Herliandri mengatakan aparat gabungan akan terus mengantisipasi perkembangan situasi di kawasan perusahaan maupun aktivitas masyarakat demi keamanan Kamtibmas. "Kami pastikan situasi kembali normal pasca peristiwa kemarin," katanya.

Di sisi lain, Staf Legal PT Sibulan Estate, Ritonga, memastikan perusahaan akan menempuh jalur hukum atas kerusakan aset yang terjadi.

"Kalau soal pengerusakan tentu akan kami laporkan. Mengenai tindak pidana lainnya nanti menjadi pertimbangan sesuai arahan manajemen," ujarnya.

Menurut Ritonga, kerusakan meliputi dua rumah staf, mes, kantor estate, gudang pupuk, dua unit mobil operasional Mitsubishi Triton, komputer, serta sejumlah perlengkapan kantor.

Terkait kronologi, menurut keterangan pihak perusahaan, peristiwa bermula ketika tim keamanan memergoki dugaan pencurian tandan buah segar (TBS) di areal perkebunan. Saat dilakukan pengejaran, terduga pelaku disebut melakukan perlawanan terhadap tim keamanan. "Mengenai kekerasan, tidak ada dilakukan tim keamanan kami," kata Ritonga. Kepada Waspada.id. Kamis (6/8) sore di lokasi.

Gudang tempat penyimpanan pupuk dan racun , PT Sibulan yang terbakar, Kamis (6/8). Waspada.id/Bambang

Sementara itu, bidan Sri yang sempat memeriksa Panda Saragih mengatakan korban sudah dalam kondisi tidak sadar saat tiba di kliniknya sekitar pukul 21.00 WIB.

"Korban sudah dalam keadaan pingsan dan lemas. Saya periksa sekitar dua menit nadinya di bagian leher, lalu saya minta segera dibawa ke rumah sakit," ungkapnya.

Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya Panda Saragih masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian. Sementara itu, kasus perusakan aset perusahaan juga masih dalam proses penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (bs)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement