Kasus Eks Istri Polisi Viral, Tokoh Agama dan Masyarakat Desak Polri Ungkap Tuntas


MEDAN (Waspada.id): Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat Sumatera Utara (Sumut), mendesak Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mengungkap tuntas kasus viral di media sosial (Medsos) dan pemberitaan media massa, yang menyeret nama mantan istri anggota Polri dan dikaitkan dengan seorang perwira tinggi yang pernah menjabat Wakil Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sumut.
Sebab, informasi yang beredar menyebut W (30), mantan istri Brigadir IH, pernah “dijual” suaminya kepada Wakapolda pada 2021 tersebut, telah menimbulkan keresahan sekaligus berpotensi mencoreng nama baik institusi Polri.
Para tokoh agama dan masyarakat tersebut, yakni Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Dr Hasan Matsum, M Ag; Tokoh Masyarakat Sumut, Prof Mohd Hatta; Pimpinan Pondok Pesantren Jabal Noor, KH. Zulfikar Hajar, Lc; Pendiri dan pembina Pondok Pesantren Tasawuf; Buya Prof. Dr. KH. Amiruddin MS; Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumut, Drs. H. Muhammad Hatta Siregar, SH, M.Si dan Ketua Gerakan Muda (Gema) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sumatera Utara Masdar Tambusai, S.Ag, saat memberi pernyataannya kepada Waspada di Medan, Sabtu (5/9).
Disebutkan Prof Hatta, pihaknya merasa prihatin dan resah karena apa yang diviralkan, baik di media sosial (Medsos) dan pemberitaan di media massa ini menyentuh wibawa pemerintah khususnya Polri.
"Oleh sebab itu kami berkumpul guna mengutarakan rasa keprihatinan kami berkenaan dengan marwah Polri yang menyinggung salah seorang perwira tinggi yg pernah menjabat sebagai Wakapolda Sumut," ucap Prof Hatta.
Sebenarnya, lanjut Prof Hatta, masyarakat dan terutama para tokoh agama ini sangat membanggakan Poldasu, apalagi baru-baru ini mendapatkan penghargaan Nugraha Sakanti dari Presiden pada Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli 2026 kemarin.
"Tapi dengan beredarnya informasi tersebut kita khawatir dapat menjatuhkan marwah dan wibawa institusi Polri. Untuk itu semoga Kapolri, dapat dengan segera mengungkapkan kasus yang sebenarnya sehingga nama baik pemerintah dan Polri tidak tercemar ditengah-tengah masyarakat," tutur Prof Hatta.
Sementara Hasan Matsum menambahkan bahwa inti keprihatinan yang menjadi perhatian terhadap informasi viral tersebut adalah karena menyinggung marwah pemerintah dan Polda Sumut.
"Informasi yang viral ini kita khawatirkan dapat mencederai kewibawaan Polri. Hntuk itu harapan kita Kapolri dapat mengungkapkan kejadian sebenarnya dan memulihkan nama baik Polri dan perwira Polri yang pernah menjabat sebagai Wakapolda," ucapnya.
Hasan Matsum juga berharap masyarakat yang membaca informasi viral ini tidak membangun opini sendiri dan menyerahkan seluruhnya pada Kepolisian yang sedang melakukan penyelidikan dan menyelesaikan secara profesional.
"Kepolisian juga harus segera mengumumkan kepada masyarakat hasil penyelidikan itu sehingga tidak berkembang opini yang simpang siur dan dapat mengganggu ketentraman di tengah-tengah masyarakat," tuturnya.
KH Zulfikar Hajar, menegaskan, keterlibatan para tokoh ulama ini sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW, yaitu "Ada dua golongan manusia, jika keduanya baik, maka baiklah seluruh manusia. Dan jika keduanya rusak, maka rusaklah seluruh manusia. Mereka adalah para ulama dan para umara".
"Menyikapi persoalan ini, maka ulama dan umara bersama umat harus bersinergi. Kalau tidak, hanya sebelah pihak ini tidak aman nanti. Runtuh negara ini," tegasnya.
Diketahui informasi sebelumnya, kasus kematian Winda Lorenza Gowasa kembali menjadi sorotan. Keluarga mengungkap bahwa korban semasa hidupnya diduga dijual suaminya kepada seseorang yang menjabat sebagai Wakapolda.
Pernyataan keluarga yang mengejutkan itu diketahui berdasarkan video yang telah beredar viral di berbagai platform media sosial.
"Hancurnya si Loren ini sejak si Iman menjualnya kepada atasannya kalau tidak salah jabatannya dulu Wakapolda itu dulu di Tahun 2020-2021," ujar seorang wanita dari keluarga Winda Lorenza dalam rekaman video di media sosial yang dilihat awak media, Kamis (3/8).
Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyatakan, bahwa Bid Propam Polda Sumut tengah melakukan pendalaman serta penyelidikan.
"Mengenai pernyataan yang beredar di medsos itu Bid Propam sedang mendalaminya," terangnya bahwa nantinya Propam akan memeriksa suami dari Winda yang merupakan personel Polsek Medan Sunggal.
"Terhadap Brigadir Iman Harefa akan diminta keterangan. Saat ini personel kepolisian itu sedang di patsus di Mapolda Sumut karena diduga lalai menjaga senjata api yang menyebabkan seseorang meninggal dunia," ujar juru bicara Polda Sumut.
Ferry menerangkan, Winda Lorenza Gowasa ditemukan meninggal dunia setelah bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya pada beberapa waktu lalu.
"Namun begitu Polda Sumut telah membentuk Tim Supervisi melakukan asistensi untuk memastikan kematian korban tersebut," terangnya dengan menegaskan Polda Sumut transparan dalam menangani kasus kematian mantan istri polisi tersebut. (id143)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda