Kasus HIV/AIDS Meningkat di Banda Aceh, DPW Syarikat Islam Sarankan Penguatan Iman dan Pendidikan ReproduksiKasus HIV/AIDS Meningkat di Banda Aceh, DPW Syarikat Islam Sarankan Penguatan Iman dan Pendidikan Reproduksi

BANDA ACEH (Waspada.id): Menanggapi tren peningkatan kasus HIV/AIDS di Kota Banda Aceh, Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Syarikat Islam Aceh, Sayed Muhammad Husen, menyarankan seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah kota mengambil langkah konkret dan komprehensif.
“Penanganan masalah ini tidak cukup hanya fokus pada penanganan medis semata, melainkan harus menyentuh akar pencegahan melalui penguatan iman dan pendidikan reproduksi yang berbasis nilai-nilai Islam,” ungkap Sayed kepada Waspada, di Banda Aceh, Rabu (29/7/2026).
Sayed menegaskan, fenomena meningkatnya penularan HIV/AIDS merupakan peringatan keras bagi semua pihak. Sebagai pusat ibu kota provinsi yang menerapkan syariat Islam, Banda Aceh mestinya mampu menjadi benteng pertahanan akhlak, sekaligus contoh pengelolaan kesehatan masyarakat yang profesional.
Dalam keterangannya, Sayed menawarkan dua pendekatan yang dapat dilakukan beriringan, pertama, melakukan penguatan kualitas iman dan ketakwaan. Peningkatan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam menjadi benteng paling mendasar untuk mencegah perilaku berisiko.
“Pembinaan akhlak di lingkungan keluarga, dayah, pesantren, sekolah, hingga komunitas harus diintensifkan agar generasi muda memiliki iman yang kuat dan akhlak yang baik,” ungkapnya.
Kedua, menyelenggarakan pendidikan reproduksi yang tepat sasaran. Sayed menjelaskan, pembahasan mengenai kesehatan reproduksi tidak boleh lagi dianggap tabu jika disampaikan secara ilmiah, beretika, dan berlandaskan ajaran Islam.
“Edukasi yang benar memberikan pemahaman komprehensif kepada remaja mengenai bahaya penularan penyakit menular seksual, penggunaan narkoba suntik, serta konsekuensi medis dan sosial dari perilaku berisiko,” ujarnya.
Sayed juga mendorong terjalinnya kolaborasi antara ulama, pemerintah kota, instansi kesehatan, lembaga pendidikan, serta orang tua.
"Pencegahan penyebaran HIV/AIDS tanggung jawab bersama. Kita tidak bisa hanya saling menyalahkan. Pemerintah perlu memperkuat pengawasan dan layanan edukasi kesehatan, sementara ulama dan tokoh masyarakat menguatkan pendekatan keislaman dan akhlak di tengah masyarakat," tegas Sayed.
Ia berharap, melalui perpaduan antara benteng iman yang kuat dan pengetahuan kesehatan reproduksi yang akurat, pemuda dan masyarakat Banda Aceh dapat terhindar dari bahaya penularan HIV/AIDS demi mewujudkan masa depan generasi Aceh yang sehat dan berakhlak mulia.(id66)
Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Syarikat Islam Aceh, Sayed Muhammad Husen.(Waspada.id/Ist)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda