Breaking News
Memuat breaking news...

Kasus Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Swasta Kebayoran Lama, Mantan Ketua Yayasan Bakal Diperiksa

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 8 Agustus 2026 - 2.17 PM WIB
Kasus Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Swasta Kebayoran Lama, Mantan Ketua Yayasan Bakal Diperiksa
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Polda Metro Jaya masih mendalami asal-usul 995 air soft gun yang ditemukan di sebuah sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Diketahui, ratusan air soft gun itu dimpor pada 2008 oleh PT Lokta Karya Perbakin.

Oleh karena itu, polisi akan memeriksa IWD, mantan komisaris perusahaan tersebut yang pernah menjadi kepala yayasan sekolah swasta di Jaksel.

"Kami lagi mengatur untuk menjadwalkan pemanggilan terhadap sodara IWD di minggu depan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto setelah Apel Kebangsaan Jaga Jakarta di lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Untuk itu, polisi akan memanggil IWD untuk mendalami proses impor, termasuk negara asal, waktu pengiriman, tujuan impor, dan jumlah senjata yang didatangkan.

Pemeriksaan terhadap IWD nantinya akan menjadi salah satu dasar bagi polisi untuk memastikan legalitas impor 995 air soft gun tersebut.

Penyidik akan mencocokkan keterangan IWD dengan dokumen manifest impor untuk mengetahui apakah jumlah dan jenis air soft gun yang ditemukan sesuai dengan barang yang tercatat secara resmi.

"Apabila impor itu sesuai dengan manifest artinya ini secara resmi. Tetapi di luar manifest artinya ada penyelundupan. Ada dua kluster yang berbeda yang akan didalami," kata Budi.

Sebelumnya, 996 senjata ditemukan di gudang sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026).

Tumpukan senjata tersebut ditemukan oleh pimpinan yayasan yang saat itu hendak membuka satu ruangan yang disebut tempat penyimpanan barang milik IWD untuk kepentingan murid. Temuan itu dilaporkan ke polisi.

Setelah penggeledahan yang dilakukan hingga keesokan harinya itu, polisi pun membuat laporan polisi model A. Berselang empat hari, pihak sekolah juga membuat laporan sendiri sambil menyerahkan temuan mereka kepada pihak kepolisian.

Namun, hampir sebulan tak ada perkembangan penyelidikan yang disampaikan pada mereka. Pengacara yayasan Hermawanto menilai, polisi cukup lamban dalam penyelidikan. Sebab IWD yang diduga memiliki air soft gun belum dipanggil untuk klarifikasi.

“Lamban sekali. Bahkan bayangkan ruangan yang masih tertutup pakai segel, pakai police line itu pun aparat tidak pernah menyentuh apa pun kecuali kami yang meminta,” kata dia.

Menanggapi tudingan itu, Kasi Humas Polres Jaksel AKP Joko Adi Wibowo menjelaskan, laporan baru yang dibuat pihak yayasan membuat penyelidikan berlangsung lebih lama, karena sudah ada laporan model A yang sudah dibuat polisi hari itu.

“Artinya yang awalnya kita sudah mau melangkah dasar laporan A, kemudian kita pelapor menghendaki dengan dasar laporan yang dibuat tanggal 15,” kata Joko ditemui di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat.(kcm)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement