Kebakaran Hutan di Prancis Ungkap 400 Peluru dan Amunisi BersejarahKebakaran Hutan di Prancis Ungkap 400 Peluru dan Amunisi Bersejarah

PARIS (Waspada.id): Kebakaran hutan di Prancis selatan telah mengungkap tumpukan 400 peluru dan amunisi bersejarah di Desa Le Porge.
Komandan pemadam kebakaran setempat mengatakan, ledakan selama kebakaran, yang awalnya diduga sebagai tabung gas, mungkin disebabkan oleh bahan peledak Perang Dunia Kedua yang meledak akibat panas.
Menurut, Wali Kota Martial Zaninetti, lebih dari 100 ledakan terdengar pada malam kedua kebakaran, sehingga menyamakannya dengan "suara perang".
Operasi pembersihan ranjau kini telah memungkinkan sebagian besar warga kembali ke rumah mereka, namun beberapa area masih terlarang.
Gudang amunisi terkubur di dalam tanah
Lebih dari 180 rumah di daerah tersebut hancur akibat kebakaran hutan. "Ada gudang amunisi yang terkubur di tanah dalam wilayah kotamadya kami, tetapi kami tidak mengetahuinya, dan gudang-gudang itu meledak," kata Zaninetti, dikutip dari BBC, Selasa (4/8/2026).
Dia menggambarkan amunisi itu bergerak ke kanan, ke kiri, bahkan salah satu di antaranya menerobos sebuah rumah.
Dalam sebuah pernyataan di Instagram pada Senin (3/8/2026), Zaninetti menulis bahwa akses ke laut, tempat perkemahan, dan Desa La Jenny tetap dilarang.
Senjata-senjata bersejarah itu berasal dari Jerman dan Prancis, termasuk peluru mortir dan peluru anti-tank.
Api sudah padam
Penemuan mereka terjadi setelah kebakaran hutan melanda daerah Gironde, yang kini telah berhasil dikendalikan setelah berkobar selama sekitar 10 hari.
Foto-foto dari Le Porge pada Senin menunjukkan keluarga-keluarga mencari-cari barang mereka di antara puing-puing rumah yang terbakar.
Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu mengucapkan terima kasih kepada petugas pemadam kebakaran atas upaya mereka.
"Prancis telah berdiri teguh dalam menghadapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya," ungkapnya.
Ia menyoroti bahwa pertempuran melawan kebakaran telah memasuki fase baru di wilayah Gironde, dengan mengatakan orang-orang yang dievakuasi secara bertahap kembali ke rumah mereka.
Kebakaran hutan telah melanda Eropa selama dua minggu terakhir, terutama di Perancis dan Spanyol, di mana lebih dari 330.000 orang dievakuasi.
Prancis adalah salah satu wilayah yang paling parah terkena dampaknya, dengan area seluas 42.000 hektare terbakar di wilayah barat daya, menjadikannya salah satu kebakaran hutan terbesar sejak Perang Dunia Kedua.(id03/kcm)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda