Kejar Swasembada Daging, Pemerintah Siapkan Impor 1 Juta Sapi IndukanKejar Swasembada Daging, Pemerintah Siapkan Impor 1 Juta Sapi Indukan

JAKARTA (Waspada.id): Pemerintah tancap gas mengejar target swasembada daging sapi. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mendatangkan 1 juta sapi indukan dari sejumlah negara untuk mempercepat pertumbuhan populasi sapi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, rencana tersebut kini tengah dipersiapkan pemerintah melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres). Aturan ini nantinya menjadi payung hukum untuk mempercepat pengembangan peternakan sekaligus membuka kerja sama dengan negara-negara pemasok sapi indukan.
"Ya betul (Indonesia belum swasembada daging sapi). Memang kita masih impor 1 juta sapi," kata Zulkifli Hasan usai menghadiri konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, dikutip Sabtu (15/8/2026).
Menurut Zulhas, pemerintah sudah mengusulkan Perpres agar proses pengembangan populasi sapi dapat dilakukan lebih cepat. Kerja sama dengan sejumlah negara juga akan dijajaki untuk mendatangkan sapi indukan yang dibutuhkan Indonesia.
"Sudah kami usulkan Perpres untuk pengembangan dengan cepat. Nanti kerja sama dengan beberapa negara agar kita bisa memasukkan indukan, indukan sapi itu," tambahnya.
Bidik Eropa hingga Brasil
Untuk memenuhi kebutuhan sapi indukan, pemerintah tidak hanya mengincar satu negara. Sejumlah negara Eropa masuk dalam daftar pemasok potensial, termasuk Brasil yang dikenal sebagai salah satu negara dengan industri peternakan besar.
Zulhas mengatakan pemilihan sapi indukan tidak bisa dilakukan sembarangan karena ketersediaannya juga menjadi tantangan tersendiri.
"(Indukan sapi) bisa dari Eropa, bisa dari Brasil, dan lain-lain. Kan tidak mudah juga untuk mendapatkan indukan," ujar dia.
Prabowo Siapkan Teknologi Kloning
Upaya meningkatkan populasi sapi nasional juga mendapat dukungan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah bahkan mulai mempertimbangkan pemanfaatan teknologi kloning untuk mempercepat pengembangbiakan sapi di dalam negeri.
Prabowo mengakui Indonesia masih menghadapi tantangan besar untuk mencapai swasembada daging sapi. Karena itu, pemerintah terus mencari teknologi dan mitra yang dinilai mampu mempercepat peningkatan produksi ternak.
"Saudara-saudara, sebagai contoh untuk meningkatkan hasil daging kita, kita perlu sapi yang banyak. Ya, dengan itu kita bisa mendapatkan teknologi kloning," ujar Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut Prabowo, teknologi kloning berpotensi memperbanyak populasi ternak dalam waktu yang lebih singkat.
"Dengan kloning, kita bisa memperbanyak kita punya ternak," tuturnya.
Delapan Komoditas Sudah Swasembada
Prabowo menyebut Indonesia sebenarnya telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan utama. Setidaknya ada delapan komoditas yang disebut telah mampu dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Kedelapan komoditas tersebut yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Namun, pekerjaan rumah pemerintah masih tersisa pada komoditas daging sapi dan kerbau. Pemerintah menargetkan kebutuhan kedua komoditas tersebut dapat dipenuhi secara mandiri dalam lima hingga enam tahun ke depan.
"Daging sapi yang belum. Daging kerbau juga belum, tapi daging ayam sudah," tegas Prabowo.
Dengan kombinasi impor sapi indukan, pengembangan peternakan nasional, hingga pemanfaatan teknologi kloning, pemerintah berharap populasi sapi Indonesia dapat meningkat signifikan dan ketergantungan terhadap impor daging secara bertahap bisa ditekan. (id09)
























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda