Breaking News
Memuat breaking news...

Kelas Tanpa Distraksi: Nasehat dari Kepala SMA Negeri 1 Lhoksukon untuk Siswa dan Guru

Redaksi
Redaksi
Jumat, 25 September 2026 - 5.36 PM WIB
Kelas Tanpa Distraksi: Nasehat dari Kepala SMA Negeri 1 Lhoksukon untuk Siswa dan Guru
Kepala SMA Negeri 1 Lhoksukon, Zulkifli, M.Pd.Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

"Ruang kelas adalah taman ilmu; ia layu bila perhatian guru dan murid teralihkan oleh layar kecil (smart phone),” – Kepala SMA Negeri 1, Zulkifli, M.Pd.

Di tengah derasnya arus digital, ruang kelas sering kali terancam kehilangan kesuciannya sebagai tempat belajar. Notifikasi pesan, panggilan pribadi, dan media sosial dengan mudah mencuri perhatian, memutus konsentrasi, dan menggeser fokus dari ilmu yang seharusnya ditanamkan.

Kepala SMA Negeri 1 Lhoksukon, Zulkifli, M.Pd., hadir dengan sebuah nasehat yang sederhana namun mendalam: ruang kelas harus kembali menjadi taman ilmu, bebas dari distraksi.

Mengembalikan Fungsi Ruang Kelas

Zulkifli mendukung penuh instruksi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Utara, Dr. Muhammad Johan, terkait larangan guru dan siswa membawa telepon seluler (HP) ke ruang kelas. Baginya, kebijakan ini bukan sekadar aturan, melainkan langkah untuk mengembalikan ruang kelas kepada fungsi utamanya: tempat berlangsungnya proses belajar dan mengajar secara fokus, tertib, dan efektif.

“Ruang kelas adalah tempat guru mengajar dan siswa belajar. Konsentrasi harus menjadi prioritas. Jangan sampai HP yang seharusnya menjadi alat komunikasi justru mengganggu konsentrasi guru maupun siswa,” ucapnya kepada Waspada.id, Jumat (25/9/2026) sore.

Nasehat untuk Guru dan Murid

Zulkifli menekankan bahwa persoalan HP tidak hanya berkaitan dengan siswa. Guru pun harus mendapat perhatian yang sama. Selama berada di kelas, guru memiliki tanggung jawab profesional untuk melaksanakan pembelajaran. Urusan pribadi seharusnya tidak dibawa ke dalam proses mengajar.

“Guru harus fokus mengajar. Jangan sampai waktu pembelajaran digunakan untuk mengurus hal-hal pribadi melalui HP. Kalau guru dan siswa sama-sama sibuk dengan HP, tentu konsentrasi belajar akan terganggu,” katanya.

Bagi Zulkifli, aturan ini harus diiringi dengan keteladanan. Guru tidak cukup hanya meminta siswa meninggalkan HP di luar kelas, sementara dirinya sendiri sibuk dengan layar. “Kalau kita ingin siswa disiplin, guru harus terlebih dahulu memberikan contoh. Jangan ada standar ganda. Guru meminta siswa fokus belajar, maka guru juga harus fokus mengajar,” tegasnya.

HP untuk Belajar, Bukan untuk Lalai

Ia tidak menutup mata bahwa HP bisa menjadi alat bantu pembelajaran. Namun, penggunaannya harus benar-benar berdasarkan kebutuhan yang jelas. Jika diperlukan, maka harus dipastikan penggunaannya mendukung materi, bukan membuka media sosial atau bermain game. Gangguan sekecil apapun dapat memutus alur konsentrasi, dan konsentrasi adalah nyawa dari proses belajar.

Nasehat dari Kepala SMA Negeri 1 Lhoksukon ini mengandung pesan moral yang kuat: ketika guru masuk ke kelas, fokus utama harus diarahkan kepada siswa dan materi. Ruang kelas adalah ruang suci pendidikan, bukan arena distraksi. Jika guru memberi teladan, siswa akan belajar bukan hanya dari buku, tetapi juga dari sikap. WASPADA.id

Maimun Asnawi, S.HI.,M.Kom.I

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement