Kelompok Tani di Agara Diminta Laksanakan Proyek P3-TGAI Sesuai RAB dan RAPKelompok Tani di Agara Diminta Laksanakan Proyek P3-TGAI Sesuai RAB dan RAP

KUTACANE (Waspada.id): Berbagai elemen masyarakat meminta kepada para kelompok tani di Aceh Tenggara agar pembangunan saluran irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 dikerjakan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) demi menjaga mutu fisik bangunan, mencegah kerugian keuangan negara, serta memastikan fungsi distribusi air ke lahan pertanian berjalan optimal dan tahan lama.
Sesuai RAP/RAB, pekerjaan fisik mulai dari ketebalan dinding saluran, adukan semen, hingga batu yang dipakai sesuai dengan hitungan teknik awal dengan pengawasan ketat yang melibatkan pendamping lapangan, Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan Daerah/Desa (TP4D/TP3D), atau aspirasi warga agar dana negara terserap secara akuntabel.
Selain itu juga diharapkan pemasangan papan nama proyek di lokasi kegiatan sebagai bentuk keterbukaan informasi publik terkait besar anggaran dan volume pekerjaan. Sisi lain, banyak pula pemberitaan menyoroti proyek irigasi yang tidak sesuai RAB atau menyalahi aturan teknis, yang biasanya diprotes oleh warga atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) akibat mutu bangunan yang cepat rusak.
Senada yang disampaikan Adilman, salah seorang pemerhati pembangunan Kabupaten Aceh Tenggara kepada Waspada.id, Minggu (9/8) yang menambahkan, hadirnya program pemerintah yang diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur pertanian karena selama ini persoalan ketersediaan air di Kabupaten Aceh Tenggara menjadi salah satu keluhan utama para petani.
"Program seperti pembangunan saluran irigasi sangat membantu masyarakat, khususnya kelompok tani. Kita harus mendukung setiap program yang benar-benar memberikan manfaat langsung kepada petani, juga mengajak anggota DPR RI, pemerintah daerah, pemerintah pusat, investor, tokoh masyarakat, kepala desa, kelompok tani, media, serta organisasi masyarakat sipil untuk bersama-sama mengawal program Pembangunan,” ucapnya.
Menurutnya, semakin banyak program strategis yang berhasil dibawa ke Aceh Tenggara, semakin besar pula manfaatnya buat masyarakat.(id80)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda