Kematian Ikan Mera di Aek Tambangan Diduga Akibat Bakteri, Dinas Perikanan Larang Dikonsumsi

TAMBANGAN (Waspada.id): Puluhan ekor ikan Mera (Jurung) yang ditemukan mati mendadak di perairan Aek Tambangan, Desa Tambangan Jae, Kecamatan Tambangan, kemungkinan besar disebabkan oleh bakteri.
Dinas Perikanan Mandailing Natal (Madina) meminta masyarakat tidak mengonsumsi ikan tersebut sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
Plt. Kepala Dinas Perikanan Madina Alinafiah Nasution menyampaikan hal itu saat meninjau lokasi, Jumat (18/9). "Sementara dari pemeriksaan awal, parasit tidak ditemukan. Kemungkinan penyebabnya adalah bakteri yang berbahaya bagi manusia jika dikonsumsi," ujarnya.

Sampel ikan dan air sungai telah dikirim ke laboratorium Provinsi Sumatera Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasilnya akan menegaskan jenis penyakit atau unsur lingkungan yang memicu kematian ikan tersebut. Dinas juga akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk meneliti kualitas air sungai.
Dari pengamatan di lokasi, hanya ikan jenis Jurung yang terdampak, sementara ikan lele dan ikan mas di perairan itu tidak terpengaruh. Hal ini mengindikasikan kemungkinan penyakit yang menyerang spesies tertentu saja.

Alinafiah menegaskan, sampai hasil resmi dikeluarkan, masyarakat dilarang mengonsumsi ikan yang mati tersebut. Sebagai langkah pemulihan, Dinas Perikanan telah menyiapkan bantuan bibit ikan Jurung dan Garing untuk lubuk larangan se-Kabupaten Mandailing Natal pada tahun 2027.(id100)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda