Breaking News
Memuat breaking news...

Kembangkan KSIGN Rote Ndao, Pemerintah Kejar Swasembada Garam dan Tekan Impor

Redaksi
Redaksi
Minggu, 18 Oktober 2026 - 8.09 AM WIB
Kembangkan KSIGN Rote Ndao, Pemerintah Kejar Swasembada Garam dan Tekan Impor
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat meninjau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Pemerintah mempercepat pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai salah satu upaya mengejar swasembada garam. Proyek ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap garam impor, memperkuat pasokan untuk kebutuhan industri dan konsumsi, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat pesisir.

Pengembangan KSIGN kini memasuki Tahap II dengan luas lahan 751,32 hektare. Jika digabungkan dengan Tahap I, total kawasan yang dibangun mencapai 1.368,25 hektare.

Kawasan tersebut berpotensi diperluas hingga 10.764 hektare melalui kolaborasi pemerintah dan sektor swasta. Dengan konsep industri modern dan terintegrasi, KSIGN diproyeksikan menjadi salah satu pusat produksi garam nasional.

Produktivitas kawasan ditargetkan mencapai 200 ton per hektare per tahun dengan kadar natrium klorida (NaCl) hingga 97 persen. Target tersebut diharapkan mendukung pemenuhan kebutuhan garam nasional, termasuk untuk berbagai sektor industri yang membutuhkan garam dengan spesifikasi tertentu.

Fasilitas yang telah ditinjau pemerintah meliputi tambak garam modern dan Gudang Garam Nasional berkapasitas 10.000 ton. Pemerintah sebelumnya menargetkan produksi garam di kawasan tersebut mulai berjalan pada September 2026.

Zulhas: Indonesia Harus Kurangi Ketergantungan Garam Impor

Komitmen pengembangan KSIGN ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat meninjau kawasan tersebut beberapa waktu lalu.

Menurut Zulkifli, yang akrab disapa Zulhas, Indonesia memiliki potensi sumber daya pesisir yang besar untuk mengembangkan industri garam secara mandiri. Karena itu, pengembangan industri modern dinilai penting agar potensi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional dan masyarakat setempat.

Ia menegaskan, pembangunan KSIGN juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kedaulatan pangan dan meningkatkan kemandirian pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

"Kalau terus impor, nilai ekonominya mengalir ke negara lain. Padahal kita memiliki potensi luar biasa. Sudah saatnya masyarakat pesisir menjadi pelaku utama yang menikmati kekayaan alam Indonesia," ujarnya seperti dikutip dari detikcom, Sabtu (17/10).

Pengembangan kawasan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi garam, tetapi juga memperkuat rantai pasok nasional. Dengan kapasitas produksi yang terukur dan fasilitas penyimpanan memadai, pasokan garam diharapkan menjadi lebih terjaga.

Lahan Berpotensi Diperluas hingga 10.764 Hektare

Pengembangan KSIGN dilakukan secara bertahap. Pada Tahap II, pemerintah menggarap lahan seluas 751,32 hektare sehingga total kawasan yang dibangun pada Tahap I dan II mencapai 1.368,25 hektare.

Dalam jangka panjang, kawasan ini berpotensi dikembangkan hingga 10.764 hektare melalui keterlibatan sektor swasta.

Perluasan tersebut membuka peluang peningkatan kapasitas produksi sekaligus pengembangan industri garam yang terintegrasi, mulai dari proses produksi, penyimpanan, hingga distribusi.

Target produktivitas 200 ton per hektare per tahun dengan kadar NaCl hingga 97 persen menjadi salah satu indikator yang ingin dicapai. Namun, pencapaian target tersebut akan bergantung pada kesiapan infrastruktur, pengelolaan kawasan, serta keberlanjutan operasional produksi.

Siapkan Tenaga Kerja Lokal

Selain mengejar peningkatan produksi, pemerintah juga menargetkan KSIGN menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Rote Ndao.

Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menyiapkan pelatihan dan sertifikasi bagi masyarakat setempat agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan dalam pengelolaan industri garam modern.

Langkah ini diharapkan memperbesar peluang tenaga kerja lokal untuk terlibat langsung dalam kegiatan produksi maupun aktivitas pendukung kawasan industri.

Salah seorang warga Rote Ndao, Nixon, mengaku optimistis kehadiran KSIGN akan membawa perubahan bagi daerahnya.

"Kami bersyukur karena Rote dipilih menjadi kawasan industri garam nasional. Anak-anak muda nanti tidak perlu jauh mencari pekerjaan. Kami ingin garam dari Rote bisa memenuhi kebutuhan Indonesia dan menjadi kebanggaan daerah kami," ucap dia.

Pernyataan tersebut mencerminkan harapan masyarakat agar pembangunan industri garam dapat membuka kesempatan kerja lebih luas, terutama bagi generasi muda yang selama ini harus mencari pekerjaan ke luar daerah.

Libatkan Pemerintah Daerah dan Masyarakat

Dalam peninjauan KSIGN, Zulhas didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto.

Turut hadir Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.

Zulhas berharap seluruh pemangku kepentingan menjaga dan mengembangkan kawasan tersebut sebagai investasi jangka panjang bagi bangsa. Dukungan pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat dinilai diperlukan agar pengelolaan kawasan berjalan berkelanjutan.

Dalam Testimoni Pembangunan K-SIGN Rote Ndao, Zulhas menuliskan pesan agar proyek tersebut dirawat bersama demi kemakmuran masyarakat NTT. Sementara itu, Yandri menulis tentang garam rakyat yang membangun desa.

"Kalau kawasan ini berhasil, bukan hanya Rote yang maju. Indonesia akan semakin mandiri memenuhi kebutuhan garamnya, impor bisa terus ditekan, ekonomi daerah tumbuh, dan masyarakat pesisir memperoleh manfaat yang nyata," pungkas Zulhas.

Melalui pengembangan KSIGN, pemerintah berharap industri garam nasional semakin kuat, ketergantungan terhadap pasokan luar negeri berkurang, dan manfaat ekonomi sumber daya pesisir dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement