Breaking News
Memuat breaking news...

Kembangkan Model IMUT, Poltekkes Kemenkes Medan dan Padang Dorong Warga Mandiri Penuhi Pangan Bergizi

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 8.01 AM WIB
Kembangkan Model IMUT, Poltekkes Kemenkes Medan dan Padang Dorong Warga Mandiri Penuhi Pangan Bergizi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Poltekkes Kemenkes Medan mengembangkan inovasi pemberdayaan masyarakat bernama Integrasi IMUT (Ikan, Maggot, Unggas, dan Tanaman) untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mencegah masalah gizi dan stunting. Model ini diterapkan secara serentak di wilayah binaan Poltekkes Kemenkes Medan, Sumatera Utara, dan direplikasi oleh Poltekkes Kemenkes Padang, Sumatera Barat.

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat dalam rangka Pengembangan Desa Sehat, kegiatan di Medan dipusatkan di Kelurahan Selayang II dan Padang Bulan II, Kecamatan Medan Selayang. Sementara di Padang, kegiatan berlangsung di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Kedua lokasi ini menjadi percontohan penerapan sistem pangan berbasis ekonomi sirkular yang memanfaatkan sepenuhnya potensi pekarangan dan sampah organik rumah tangga.

Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Ir. Zuraidah Nasution, M.Kes., menjelaskan konsep IMUT menghubungkan empat unsur dalam satu sistem saling mendukung. Sampah organik warga diolah menjadi media budidaya maggot lalat tentara hitam (Black Soldier Fly). Maggot tersebut kemudian dijadikan pakan ikan dan unggas, sedangkan sisa olahannya atau kasgot dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman.

"Kami ingin warga tidak hanya paham soal gizi, tapi mampu menghasilkan sendiri pangan bergizi dari pekarangan rumah. Sampah yang tadinya beban lingkungan kini berubah menjadi sumber daya bernilai ekonomi," ujar Zuraidah, Jumat (21/8/2026).

Program ini terbukti meningkatkan pengetahuan masyarakat secara signifikan. Sebelum penyuluhan, warga yang memiliki pengetahuan baik terkait gizi dan pengelolaan lingkungan baru mencapai 30 persen. Angka itu melonjak menjadi 90 persen setelah kegiatan, sementara kelompok berpengetahuan kurang turun dari 20 persen menjadi nihil.

Sepuluh keluarga binaan di Medan telah dilatih mulai dari pemilahan sampah, pembuatan tempat budidaya maggot, pemeliharaan ikan dan unggas, hingga penanaman sayuran. Di Padang, model yang sama dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi setempat melalui pertukaran pengalaman antar kedua tim.

Salah satu peserta, Nana, mengaku sangat terbantu dengan keterampilan baru tersebut. Ia kini paham bahwa pekarangan sempit dan sampah dapur dapat diubah menjadi sumber penghidupan dan gizi seimbang bagi keluarganya.

Kegiatan ini juga menerapkan pendekatan kolaborasi antardisiplin ilmu, melibatkan dosen bidang gizi, kesehatan lingkungan, kebidanan, serta mahasiswa. Keberhasilan program nantinya diukur bukan hanya dari terbentuknya lahan percontohan, melainkan kesanggupan warga untuk melanjutkannya secara mandiri setelah program selesai.

Diharapkan, model Integrasi IMUT ini dapat direplikasi lebih luas. Pendekatan ini dinilai efektif sekaligus mengatasi persoalan pangan bergizi, pengelolaan sampah, pencegahan stunting, hingga peningkatan kesejahteraan keluarga.

Tim pelaksana terdiri dari dosen Poltekkes Kemenkes Medan: Dra. Ida Nurhayati, M.Kes., Dr. Mahdiah, DCN, M.Kes., Dr. Ratna Zahara, M.Kes., Dr. Evi Rianti, SKM, M.Kes., serta didukung rekan dosen dari Poltekkes Kemenkes Padang, Zulkifli, M.Si. dan Mahaza, M.KM.(idris lubis)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement