Breaking News
Memuat breaking news...

Kemenag Bangun Kembali MIN 5 Pidie Jaya yang Hilang Pascabanjir Senilai Rp12 Miliar

Redaksi
Redaksi
Selasa, 11 Agustus 2026 - 10.56 PM WIB
Kemenag Bangun Kembali MIN 5 Pidie Jaya yang Hilang Pascabanjir Senilai Rp12 Miliar
Kemenag Nasaruddin melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung MIN 5 Pidie Jaya. Waspada.id/Prokopim Pidie Jaya
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEUREUDU (Waspada.id): Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya yang hilang diterjang banjir pada akhir November 2025 kini dibangun kembali oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI dengan anggaran Rp12 miliar.

Pembangunan madrasah baru tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Desa Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, Selasa (11/8).

Gedung baru MIN 5 Pidie Jaya dibangun di atas lahan seluas 6.050 meter persegi yang merupakan tanah hibah masyarakat kepada Kemenag. Dalam kesempatan itu, Menag juga menerima sertifikat tanah hibah dari tokoh masyarakat setempat.

Nasaruddin mengatakan gedung baru tersebut akan dibangun dua lantai dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan. Lokasinya berada sekitar 350 meter dari lokasi lama yang berada di bantaran sungai.

“Ini kita akan bangun dua lantai, yang bisa menampung seluruh keperluan warga masyarakat kita,” kata Nasaruddin.

Menurutnya, pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya merupakan realisasi janji yang disampaikannya kepada masyarakat saat mengunjungi daerah tersebut setelah bencana banjir.

Ia menargetkan pembangunan dapat diselesaikan kurang dari satu tahun, sehingga para siswa yang saat ini masih belajar sementara di balai pengajian dapat segera menempati gedung baru.

Kompleks madrasah tersebut dirancang dengan sejumlah fasilitas, antara lain ruang belajar, masjid, perumahan guru, laboratorium, perpustakaan, halaman dan kantin. Desainnya dibuat oleh arsitek dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh secara sukarela.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, mengatakan proses pembangunan sempat membutuhkan waktu karena pemerintah harus menunggu proses hibah dan sertifikasi tanah dari masyarakat.

“Ini betul-betul kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah,” kata Azhari. (Nas)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement