Kemenag Deliserdang Perdana Gelar Pembinaan Guru Sekolah Minggu BuddhaKemenag Deliserdang Perdana Gelar Pembinaan Guru Sekolah Minggu Buddha

LUBUK PAKAM (Waspada.id): Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Deliserdang untuk pertama kalinya menggelar Pembinaan Guru Sekolah Minggu Buddha (SMB) se-Kabupaten Deliserdang dalam momentum Hari Asadha 2570 BE/2026, Selasa (25/8/26).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Deliserdang itu diikuti 41 peserta dari sembilan Sekolah Minggu Buddha. Kegiatan diprakarsai Seksi Bimas Buddha Kantor Kemenag bekerja sama dengan Komunitas Sekolah Minggu Buddha Kabupaten Deliserdang.
Kegiatan dibuka Kepala Kantor Kemenag Deliserdang, Dr. H. Saripuddin Daulay, S.Ag., M.Pd., didampingi Penyelenggara Bimas Buddha, Rames Khumar, S.Ag., M.Pd, serta Ketua Komunitas Sekolah Minggu Buddha Deliserdang, Andy Susanto, S.M.
Saripuddin mengatakan, pembinaan tersebut diperlukan untuk meningkatkan kualitas guru Sekolah Minggu Buddha, sekaligus mendukung perkembangan pendidikan agama Buddha di Deliserdang.
“Kegiatan seperti ini sangat diperlukan, mengingat umat Buddha merupakan salah satu tonggak berjalannya Kementerian Agama. Kita berharap pendidikan agama Buddha bisa terus berkembang di Kabupaten Deliserdang,” kata Saripuddin
Ia berharap, pembinaan guru SMB dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan keagamaan sekaligus membentuk karakter generasi muda Buddhis.

Pembinaan dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama menghadirkan praktisi dan akademisi Tommy Tantawi Tan dengan materi “Etika Moral Guru Sekolah Minggu Buddha”. Materi tersebut menekankan pentingnya etika dan moral guru sebagai pendidik sekaligus teladan bagi peserta didik.
Sesi kedua menghadirkan Sunarto, S.Ag, M.Pd., yang menyampaikan materi “Profesionalisme Guru Sekolah Minggu Buddha”. Para peserta mendapat penguatan mengenai kompetensi, profesionalisme, tanggung jawab, serta kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif.
Selain pembinaan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para guru SMB untuk membangun komunikasi, berbagi pengalaman, dan memperkuat kebersamaan antar sekolah minggu Buddha di Deliserdang.
Melalui pembinaan perdana tersebut, para Guru Sekolah Minggu Buddha diharapkan mampu menjadi pendidik yang aktif, kreatif, berdedikasi, terbuka, dan taat administrasi. Kelima karakter tersebut dinilai penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan agama Buddha sekaligus menjawab kebutuhan generasi muda Buddhis.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pembinaan Guru Sekolah Minggu Buddha yang lebih terarah dan berkelanjutan, sehingga pendidikan agama Buddha di Kabupaten Deliserdang semakin berkembang, serta mampu membentuk generasi muda Buddhis yang berkarakter, beretika, dan mengamalkan nilai-nilai Dhamma dalam kehidupan sehari-hari.(id.28/Idris Lubis)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda