Breaking News
Memuat breaking news...

Kemenbud Dorong FFW Perkuat Ekosistem Perfilman Indonesia

Redaksi
Redaksi
Kamis, 9 Juli 2026 - 2.54 PM WIB
Kemenbud Dorong FFW Perkuat Ekosistem Perfilman Indonesia
Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kementerian Kebudayaan, Irini Dewi Wanti saat menerim Komite Seleksi Festival Film Wartawan (FFW) 2026 di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA(Waspada.id): Kementerian Kebudayaan menegaskan dukungannya terhadap keberlanjutan Festival Film Wartawan (FFW) sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi perfilman sekaligus mendorong kemajuan industri film nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kementerian Kebudayaan, Irini Dewi Wanti, saat menerima 21 anggota jurnalis anggota Komite Seleksi Festival Film Wartawan (FFW) 2026 di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Kamis (9/7/2026). Pertemuan itu dihadiri Ketua FFW Benny Bengke dan Sekretaris FFW Shandy Gasella dan segenap panitia FFW.

Irini menilai media memiliki posisi yang sangat penting dalam membangun industri perfilman Indonesia. Menurutnya, film tidak dapat berkembang tanpa dukungan media sebagai bagian dari ekosistem perfilman.

"Film tanpa media tidak akan berhasil dalam konteks industri. Media merupakan bagian dari ekosistem film bersama pelaku seni, penonton, pemilik bioskop, dan perkembangan teknologi," ujarnya.

Ia juga menyoroti dampak ekonomi yang dihasilkan industri film. Aktivitas menonton film, baik di bioskop maupun melalui pemutaran layar terbuka (misbar), turut menggerakkan pelaku usaha kecil dan menengah di sekitar lokasi pemutaran.

"Film sesungguhnya mendukung ekonomi kecil dan menengah. Ketika orang menonton bioskop atau misbar, usaha makanan dan aktivitas ekonomi masyarakat ikut hidup," katanya.

Irini menegaskan, setelah terbentuknya Kementerian Kebudayaan, keberlanjutan Festival Film Wartawan tetap menjadi perhatian. Selama 15 tahun penyelenggaraannya, FFW dinilai telah memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan literasi perfilman sekaligus mendukung pertumbuhan industri film Indonesia.

Menurutnya, festival seperti FFW juga menjadi ruang apresiasi sekaligus motivasi bagi para pekerja film. Kehadiran festival dari perspektif media dinilai memiliki nilai lebih karena penilaiannya didasarkan pada fakta dan hasil pengamatan jurnalistik.

"Kritik maupun pujian yang disampaikan media justru memperkuat perfilman Indonesia. Dengan begitu seluruh ekosistem perfilman dapat bergerak maju bersama," ujarnya.

Irini menambahkan, penguatan literasi film yang didukung Kementerian Kebudayaan juga menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan kemajuan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun industri perfilman nasional. Direktorat Perfilman, Musik, dan Media, kata dia, memang berfokus pada penguatan sektor hulu perfilman, namun pengembangan ekosistem membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan melalui ide-ide kreatif dan narasi yang relevan dengan perkembangan kehidupan bangsa.

"Penguatan ekosistem film membutuhkan semangat kolaborasi untuk memunculkan gagasan-gagasan baru yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan kehidupan berbangsa," katanya.

Irini berharap setiap karya film Indonesia mampu mengangkat nilai-nilai budaya bangsa. Menurutnya, baik melalui latar cerita maupun pesan yang ingin disampaikan kepada penonton, film seharusnya menjadi media pelestarian kebudayaan sekaligus pendidikan karakter.

"Pesan budaya dan pesan moral merupakan dua hal penting yang harus hadir dalam setiap karya film sebagai bagian dari upaya memajukan kebudayaan Indonesia," ujarnya.

Ia berharap Festival Film Wartawan ke depan semakin mandiri, memiliki perencanaan yang matang, dan terus berperan dalam mendukung kemajuan dunia perfilman Indonesia.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement