Breaking News
Memuat breaking news...

Kemendikdasmen Luncurkan Program SMK 3+1, Siapkan Lulusan Kerja di Luar Negeri

Redaksi
Redaksi
Kamis, 21 Mei 2026 - 10.13 AM WIB
Kemendikdasmen Luncurkan Program SMK 3+1, Siapkan Lulusan Kerja di Luar Negeri
Peluncuran Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK (3+1).
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi meluncurkan program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK (3+1) sebagai strategi memperluas peluang kerja internasional bagi lulusan sekolah menengah kejuruan. Program ini dirancang untuk menyiapkan tenaga kerja muda Indonesia yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di pasar kerja global.

Peluncuran program dilakukan oleh Abdul Mu'ti bersama Khofifah Indar Parawansa dan Tatang Muttaqin di Surabaya, Rabu (20/5). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelepasan 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan lembaga kursus dan pelatihan (LKP) yang akan bekerja di luar negeri.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK (3+1) mulai dirancang sejak 2025 sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan tenaga kerja global.

“Program ini adalah jembatan kebekerjaan internasional lulusan SMK yang sesuai dengan arah kebijakan pendidikan vokasi yang mendorong link and match dengan industri serta memperluas akses peluang kerja, termasuk peluang kerja luar negeri. Kerja sama inilah yang akan menjadi wajah masa depan pendidikan vokasi Indonesia,” ujar Tatang.

Program tersebut memberikan tambahan masa belajar satu tahun bagi murid SMK. Selama tiga tahun pertama, murid mengikuti kurikulum nasional seperti biasa. Sementara tambahan satu tahun difokuskan pada pembelajaran bahasa, budaya kerja, hukum negara tujuan, hingga pemahaman hak dan perlindungan tenaga migran Indonesia.

Menurut Tatang, tambahan masa belajar itu penting agar lulusan benar-benar siap bekerja di luar negeri, baik secara keterampilan maupun mental.

“Bekerja di luar negeri tentu tidak hanya bekerja, tetapi juga belajar hidup mandiri dan menjadi duta bangsa. Karena itu, murid harus siap secara bahasa, mental, serta memahami hukum dan hak-hak perlindungan tenaga migran di negara tujuan,” katanya.

Saat ini, program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK (3+1) telah diterapkan di sedikitnya 49 SMK di berbagai daerah di Indonesia. Sekolah-sekolah yang terlibat diharapkan dapat mengintegrasikan dimensi kebekerjaan internasional ke dalam kurikulum masing-masing.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan program ini menjadi bagian dari kebijakan pengembangan SMK ke depan agar lulusan tidak hanya terserap di pasar kerja domestik, tetapi juga mampu bersaing secara internasional.

“Program ini sekaligus menjadi upaya memenuhi hak konstitusi warga negara untuk memperoleh kehidupan yang layak bagi kemanusiaan,” ujar Abdul Mu’ti.

Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK (3+1) mendapat sambutan positif dari sejumlah sekolah vokasi. Kepala SMKS Muhammadiyah 1 Malang, Kusdarmadi, menilai tambahan satu tahun pembelajaran menjadi kebutuhan penting bagi murid yang ingin bekerja di luar negeri.

“Kalau hanya persiapan tiga tahun di sekolah itu masih sangat kurang. Murid perlu tambahan waktu untuk persiapan bekerja di luar negeri, terutama dari aspek bahasa, adaptasi negara tujuan, dan budaya kerja,” ujarnya.

Untuk mendukung program tersebut, sekolah telah menggandeng berbagai pihak, termasuk TNI untuk pembinaan fisik serta tim psikologi guna memperkuat kesiapan mental para murid.

Menurut Kusdarmadi, sekolahnya sejak 2019 telah memberangkatkan lulusan bekerja di luar negeri, khususnya ke Jepang, dengan bidang kerja beragam seperti pertanian, industri, hingga caregiver.

“Dengan program ini, kami berharap semakin banyak murid yang berangkat bekerja di luar negeri karena peluangnya sangat menjanjikan,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala SMKN 1 Buduran, Agustina. Ia menyebut minat murid untuk bekerja di luar negeri terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

“Dengan adanya program ini, kami bisa benar-benar menyiapkan murid lebih awal. Sejak kelas 10 sudah bisa kami mulai. Jadi, ini solusi untuk meningkatkan kebekerjaan lulusan SMK menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Agustina.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement