Kemenekraf Dorong Komunitas Board Game Tumbuh di Samosir


SAMOSIR (Waspada.id): Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong tumbuhnya komunitas permainan papan atau board game di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, melalui kegiatan lokakarya dan uji coba prototipe gim di Creative Hub Samosir, Desa Situngkir, Kecamatan Pangururan, Samosir, Kamis (22/10).
Kegiatan yang diikuti 50 pelajar dari SMK Negeri 1 Nainggolan dan SMK Negeri 1 Simanindo itu bertujuan memperkenalkan potensi gim papan sekaligus mendorong terbentuknya komunitas sebagai bagian dari pengembangan ekosistem industri gim di Indonesia.
Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui Direktorat Gim, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Kepala Subdirektorat Pemasaran dan Komersialisasi Gim Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Iman Argiono, mengatakan komunitas memiliki peran penting dalam membangun ekosistem industri gim papan, mulai dari memperluas jumlah pemain hingga membuka peluang lahirnya kreator dan pasar bagi produk lokal.
"Komunitas adalah titik awal tumbuhnya ekosistem board game. Dari komunitas lahir pemain, kreator, hingga pasar bagi produk gim papan lokal. Melalui kegiatan di Creative Hub Samosir ini, kami ingin mendorong terbentuknya komunitas board game di Samosir yang dapat terus bergerak secara mandiri," ujar Iman.
Menurutnya, pengenalan gim papan kepada pelajar diharapkan menjadi langkah awal untuk mengembangkan minat dan kreativitas generasi muda dalam industri gim.
Ia mengatakan bahwa peserta juga berpeluang mengikuti program Direktorat Gim lainnya, seperti Creator Camp, yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari proses perancangan dan pembuatan gim papan.
"Di program tersebut, adik-adik nantinya bisa belajar merancang dan membuat gim papan sendiri," katanya.
Sementara itu, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Madya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, Shanty Harianja, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia hadir mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir.
Menurut Shanty, gim papan dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mendorong kreativitas anak-anak. Ia berharap generasi muda Samosir tidak hanya menjadi pengguna produk gim, tetapi juga mampu menghasilkan karya sendiri.
"Kami berharap anak-anak Samosir tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga dapat menjadi kreator gim di masa mendatang," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti lokakarya bertajuk "Membangun Ekosistem Board Game Melalui Komunitas" yang dibawakan oleh Nailys Syifa, pemilik Segara Games Indonesia.
Nailys merupakan kreator mainan edukatif, pengusaha kreatif, dan peneliti lulusan Psikologi Universitas Paramadina.
Setelah mengikuti lokakarya, peserta mengikuti sesi playday untuk mencoba sejumlah gim papan lokal dan internasional.
Pada sesi pertama, peserta memainkan gim lokal Sekata dan Super Food yang diterbitkan Segara Games Indonesia. Selanjutnya, pada sesi kedua, peserta mencoba gim papan populer, seperti Wanted, Ticket to Ride, Dixit, Splendor, dan Last Letter.
Peserta juga mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan program komunitas board game di daerah lainnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari aktivasi Creative Hub Samosir sebagai ruang kolaborasi dan pengembangan talenta ekonomi kreatif.
Melalui program tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif berharap Creative Hub Samosir dapat berkembang menjadi ruang berkumpul dan beraktivitas bagi komunitas gim papan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri kreatif, dan masyarakat dalam membangun ekosistem industri gim papan nasional. (id103)
Berita Terkait















































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda