Kemenekraf Dorong Program Melukis Anak Pascabanjir Aceh Tamiang


ACEH TAMIANG (Waspada.id): Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) Republik Indonesia, melalui Direktorat Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, menggelar program Evaluasi Kegiatan Melukis Bersama Asosiasi dan Anak di Kabupaten Aceh Tamiang yang masuk dalam rangkaian Program EKRAF Peduli, Pulih Bersama, Bangkit Berdaya.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari dukungan pemulihan sosial dan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, sekaligus implementasi semangat Keppres Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Sumatera. Kegiatan evaluasi yang berlangsung pada 19 Oktober 2026 ini mengusung tema "Merawat Kreativitas, Menata Karya, Membangun Keberlanjutan Seni Lukis Anak di Kabupaten Aceh Tamiang".
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap hasil karya lukis anak-anak Aceh Tamiang. Ia menyoroti karya-karya dari daerah pascabencana yang memiliki nilai artistik dan pesan inspiratif luar biasa.
"Di tengah masa pemulihan pascabencana, anak-anak Aceh Tamiang mampu membuktikan bahwa semangat dan imajinasi mereka tidak pernah padam. Karya lukis yang dihasilkan sungguh tidak kalah artistik, penuh dengan goresan harapan, dan sangat inspiratif. Ini membuktikan bahwa seni dan kreativitas bukan hanya menjadi sarana pemulihan jiwa, tetapi juga menjadi fondasi yang kuat bagi talenta ekonomi kreatif masa depan," tegas Teuku Riefky.
Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemenekraf, Yuke Sri Rahayu, menegaskan bahwa penataan karya seni anak merupakan investasi jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi kreatif.
"Karya seni anak bukan sekadar hasil akhir dari sebuah kegiatan semata, melainkan aset kekayaan intelektual yang menjadi hulu dari ekosistem ekonomi kreatif kita. Melalui sinergi dan evaluasi di Aceh Tamiang ini, Kemenekraf berkomitmen membangun fondasi keberlanjutan agar kreativitas murni anak-anak mendapat ruang apresiasi yang layak," ujar Yuke.
Kegiatan evaluasi yang berlangsung Senin (19/10/2026) di WD Coffe, Kecamatan Karang Baru, ini melibatkan 50 peserta. Mereka terdiri atas Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Muhammad Farij beserta jajaran; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Syamsul Rizal beserta jajaran; Kepala Dinas Pendidikan Dayah Ibnu Azis beserta jajaran; Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Aceh Tamiang; perwakilan asosiasi dan komunitas seni rupa daerah; mentor daerah; pendamping; serta anak-anak peserta kegiatan Melukis Bersama Asosiasi dan Anak-anak.
Rangkaian kegiatan meliputi bincang kreatif, pemaparan hasil screening psikologi anak, hingga bimbingan tata kelola dan komersialisasi karya.
Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kemenekraf, Dadam Mahdar, menyoroti pentingnya rantai nilai apresiasi terhadap karya anak-anak agar tidak terputus setelah proses penciptaan.
"Selama ini, karya seni anak sering kali terhenti dan menumpuk di gudang setelah pameran usai. Melalui intervensi dan evaluasi ini, kami memberikan pendampingan langsung terkait manajemen tata kelola, metode pengarsipan, hingga potensi komersialisasinya. Harapan kami, karya-karya ini dapat ditata, dirawat, dan dipublikasikan secara profesional sehingga menumbuhkan kebanggaan yang akan memacu anak-anak kita untuk terus berkarya hingga ke tingkat global," jelas Dadam.
Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan lanjutan terhadap karya-karya hasil kegiatan Melukis Bersama Asosiasi dan Anak-anak, Kemenekraf kembali memilih 10 lukisan paling inspiratif dari anak-anak Aceh Tamiang. Sepuluh karya terpilih ini akan dibawa ke Jakarta untuk dipamerkan secara khusus pada puncak perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas), yang rangkaiannya akan berlangsung pada 20–25 Oktober 2026.
Melalui inisiatif ini, Kemenekraf berharap ekosistem seni lukis anak di Kabupaten Aceh Tamiang dapat memiliki ruang apresiasi yang sistematis dan membuka peluang bagi karya anak daerah untuk bersinar di panggung nasional.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Syamsul Rizal, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kegiatan ini karena dapat membantu anak-anak didik mengatasi stres pascabencana banjir.
"Ini salah satu program sehingga anak bisa gembira," katanya.
Terlebih lagi, anak-anak yang dibawa ke Jakarta sangat senang. Menurutnya, program ini merupakan bentuk kreativitas untuk menceriakan anak-anak.
"Program ini juga salah satu solusi penyemangat bagi anak-anak dalam menghadapi pascabencana," ucap Syamsul Rizal.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Aceh Tamiang, Muhammad Farij, S.STP., M.SP., menyampaikan bahwa program ini luar biasa, terlebih karena lukisan anak-anak Aceh Tamiang bisa dibeli oleh menteri.
"Untuk lukisan yang tidak dibawa ke Jakarta agar nantinya bisa dipajang di ruang kerja bupati, ruang kerja Kadisdikbud, dan kantor-kantor SKPK," pintanya.
Farij berharap ke depan program ini dapat menyentuh anak-anak yang berada di wilayah pesisir dan hulu Aceh Tamiang agar mereka juga dapat mengikuti kegiatan tersebut.
"Harapan kita, tahun 2027 bisa juga menghadirkan kegiatan untuk seniman lokal Aceh Tamiang serta dapat dipamerkan di Jakarta," harapnya. (id76)
Berita Terkait


































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda