Breaking News
Memuat breaking news...

Kemenkop Targetkan Koperasi Punya Kilang Minyak Goreng pada 2027

Redaksi
Redaksi
Kamis, 29 Oktober 2026 - 7.44 AM WIB
Kemenkop Targetkan Koperasi Punya Kilang Minyak Goreng pada 2027
Menteri Koperasi Ferry Juliantono
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Koperasi petani kelapa sawit didorong memasuki industri hilir dengan membangun pabrik pengolahan minyak sawit mentah (CPO) hingga kilang minyak goreng sendiri. Kementerian Koperasi (Kemenkop) menargetkan langkah ini mulai diwujudkan pada 2027 sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan nilai tambah bagi petani.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan, koperasi petani sawit perlu mengembangkan usaha melampaui pengelolaan perkebunan. Dengan masuk ke industri pengolahan, koperasi diharapkan tidak hanya bergantung pada penjualan tandan buah segar (TBS), tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari produk turunan kelapa sawit.

"Melalui strategi penguatan ekonomi kerakyatan, Kemenkop mendorong koperasi agar tidak lagi berhenti pada pengelolaan kebun hulu, melainkan mandiri membangun pabrik crude palm oil (CPO) hingga kilang minyak goreng sendiri," ujar Ferry di tengah Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia yang digelar Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (28/10/2026).

Menurut Ferry, pengembangan industri hilir berbasis koperasi menjadi langkah strategis untuk memperluas keterlibatan petani dalam rantai bisnis kelapa sawit. Selama ini, sebagian besar nilai ekonomi dari pengolahan produk sawit dinikmati perusahaan besar.

Melalui kepemilikan fasilitas pengolahan sendiri, koperasi diharapkan dapat meningkatkan posisi tawar petani sekaligus memperbesar manfaat ekonomi yang kembali kepada anggota.

Ferry mencontohkan keberhasilan koperasi di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, yang telah mengoperasikan pabrik CPO berkapasitas 60 ton per jam. Keberadaan pabrik tersebut dinilai dapat menjadi acuan bagi pengembangan industri sawit berbasis koperasi di daerah lain.

Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Jalur Distribusi

Selain menyiapkan pengembangan industri pengolahan, Kemenkop juga mendorong terbentuknya jalur pemasaran yang dapat menyerap produk minyak goreng hasil produksi koperasi.

Ferry menyebut jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berpotensi menjadi saluran distribusi untuk menjangkau konsumen secara lebih luas.

"Jadi, pasarnya sudah punya, outlet-nya sudah punya. Kita bisa bayangkan ada puluhan ribu outlet Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang bisa menjual minyak goreng milik koperasi sendiri,” imbuhnya.

Pemanfaatan jaringan koperasi desa dan kelurahan diharapkan dapat memperkuat ekosistem usaha dari hulu hingga hilir. Dengan demikian, koperasi tidak hanya berperan sebagai pengelola kebun atau pemasok bahan baku, tetapi juga terlibat dalam pengolahan dan pemasaran produk akhir.

Jika terealisasi, model tersebut berpotensi membuka sumber pendapatan baru bagi koperasi sekaligus memperluas akses pasar bagi produk minyak goreng yang dihasilkan.

Kemenkop Fasilitasi Kemitraan Petani Sawit

Di luar rencana pembangunan fasilitas pengolahan, Kemenkop juga memfasilitasi kemitraan antara Apkasindo dan PT Agrinas Palma Nusantara melalui pola plasma.

Skema tersebut dirancang untuk melibatkan koperasi dalam pengelolaan lahan hasil penertiban oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Pelibatan koperasi diharapkan dapat memperkuat peran petani dalam pengelolaan perkebunan serta mendukung pengembangan usaha yang berkelanjutan.

Dalam forum yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pentingnya soliditas petani di tingkat akar rumput untuk menjaga stabilitas harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

Ia mengimbau petani plasma agar tidak tergoda menjual hasil panen kepada pihak luar dengan harga murah. Kekompakan petani dinilai penting untuk menjaga posisi tawar dalam transaksi penjualan hasil perkebunan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina DPP Apkasindo, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, menegaskan posisi strategis asosiasi dalam menjembatani kepentingan petani, pelaku usaha, dan negara.

Apkasindo juga diharapkan terus menjadi mitra pemerintah dalam mengawal kebijakan yang berpihak kepada petani, termasuk mendorong penguatan kelembagaan koperasi dan peningkatan kesejahteraan pekebun kelapa sawit.

Dengan target pembangunan kilang minyak goreng pada 2027, penguatan koperasi menjadi bagian dari upaya memperluas keterlibatan petani dalam industri sawit nasional. Tantangan berikutnya adalah memastikan rencana tersebut dapat diwujudkan melalui kesiapan investasi, kapasitas pengolahan, dan jaringan distribusi yang berkelanjutan. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement