Breaking News
Memuat breaking news...

Keruk Sungai Suraya, Empat Kepala Daerah Menjadi Solusi

Redaksi
Redaksi
Selasa, 20 Oktober 2026 - 6.26 PM WIB
Keruk Sungai Suraya, Empat Kepala Daerah Menjadi Solusi
ANGGOTA DPRK Subulussalam, Haji Mukmin (kanan) mengalungkan bunga kepada TA Khalid, Sekretaris Fraksi Golkar DPRA Aceh dan Ketua Harian DPD I Golkar Aceh. (Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

SUBULUSSALAM (Waspada.id): Sebut Sungai Suraya terpanjang dan perlu dikeruk oleh kolaborasi empat kepala daerah terhubung dengan sungai itu dinilai sebuah solusi.

Fajri Munte, Ketua DPD II Golkar Subulussalam periode lalu dan Calon Ketua DPD II Periode 2025-2030 mengatakan itu dalam sambutannya pada Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) V DPD II Partai Golkar di Hotel Hermes One Subulussalam, Selasa (20/10).

Dikatakan, persoalan banjir yang nyaris terjadi bahkan dalam setiap tiga bulan sekali di daerah ini, terlebih saat musim hujan akibat sungai ini tidak pernah dikeruk.

Empat kabupaten/kota itu, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Selatan dan Kota Subulussalam.

Terkait hasil Musda jika dirinya kembali terpilih, diyakini amanah itu menjadi langkah untuk semakin memperkuat Golkar. Program ke depan, kata Fajri, dicari sosok yang tepat dari setiap daerah pemilihan (dapil) dijadikan calon anggota legislatif.

"Ada dapil tidak terwakili melalui Pemilu lalu, diupayakan kembali diraih," tegas Fajri yang saat ini menempatkan empat kursi Golkar di DPRK Subulussalam dari tiga dapil.

Sukses rangkaian Musda, segenap unsur panitia diapresiasi. "Berkat karya Anda, Musda Golkar bisa sukses," tegas Fajri.

Kepada wali kota, Fajri sampaikan jika kondisi daerah hanya sedikit hujan terjadi banjir, pengerukan Sungai Suraya menjadi salah satu solusi.

Melalui momentum Musda Golkar V, Fajri berharap program ini dapat menjadi bahan pemikiran bersama empat kepala daerah dan jajaran DPD yang hadir diharapkan bisa menyampaikan pesan ini kepada Ketua DPD I Golkar, Salim Fachri.

Menanggapi Fajri, Wali Kota, Haji Rasyid Bancin memberi sambutan mengapresiasi dan tegaskan jika persoalan ini diakui menjadi tugas pemerintah.

Keruk Sungai Suraya, Empat Kepala Daerah Menjadi Solusi

FAJRI Munte (kanan) mengalungkan bunga kepada Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin. (Waspada.id/Ist)

Dikatakan, pengerukan Sungai Suraya saat ini tertunda hingga Januari 2027 karena masih dalam kondisi banjir.

Terkait program penanganan kondisi tanjakan Kedabuhan, menurut Haji Rasyid sudah ada gambar dan dijadwalkan, Januari 2027 mulai dibangun melalui APBN.

Rasyid juga menyinggung rencana pembangunan Jalan Muara Situlen, Aceh Tenggara menuju Gelombang, Kota Subulussalam. Semua program tersebut disebut sangat membutuhkan dukungan banyak pihak termasuk dari kader-kader Golkar yang sedang duduk di parlemen, DPRA maupun DPR RI.

"Kami menyadari dalam memimpin banyak kekurangan dan tidak ada kelebihan," tegas Rasyid, sebut pihaknya mengajukan proposal ke setiap kementerian untuk Kota Subulussalam

Sekretaris Partai Golkar Aceh, Sabri Badruddin, ST, MT membuka Musda memberi sambutan berharap Musda berjalan lancar, lalu dan kepada yang terpilih dititip pesan mengakomodir semua kader, rekrut kader baru termasuk dari unsur tokoh dan kaum muda untuk regenerasi.

Musda dirangkai Perayaan HUT ke-62 Golkar, 20 Oktober 1964-2026 ditandai dengan pemotongan tumpang dan penyantunan anak yatim.

Prosesi Musda diawali dengan penyambutan Wali Kota Subulussalam dan jajaran DPD I Golkar berupa tari dampeng dan pengalungan bunga oleh unsur DPD II, termasuk anggota DPRK Subulussalam. (Id130)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement