Kesultanan Deli Beri Gelar Adat Kepada 11 Kerabat Dan Tokoh Masyarakat

# Hari Keputeraan Sultan Deli
MEDAN (Waspada.id): Kesultanan Deli memberikan gelar adat kepada 10 keluarga, kerabat dan 1 orang tokoh masyarakat.
Pemberian gelar dilaksanakan di Balairung Seri Istana Maimoon Jl. Brigjen Katamso, Sabtu (29/8/2026), dirangkai perayaan Hari Keputeraan Ke- 28 tahun Seripeduka Sultan Deli XIV Tuanku Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam.
Ke-11 keluarga, kerabat dan tokoh masyarakat yang mendapat gelar adat, yakni Marasamin Ritonga Bin H. Abdurrahman Ritonga (gelar Datuk Seri Arif Setia Darmadiyaksa), Tengku Mazdina Murad Binti Tengku Murad Aziz (gelar Tengku Puteri Seri Baiduri), Tengku Munashidda Delikhan Ibni Tengku Hamdy Osman Delikhan (gelar Tengku Puteri Seri Kirana), Tengku Farah Diba Binti Tengku Amiruddin (gelar Tengku Puteri Indira), Tengku Siti Amanah Binti Tengku Haroen Al Rasyid (tengku) Tengku Puteri Amanah Raja.
Kemudian, Tengku Kamarul Bin H. Tengku Syaifuddin (gelar Tengku Graha Sri Mahkota), Tengku Roby Awaluddin bin Tengku Abdul Aziz (gelar Tengku Amar Bakti Raja), Tengku Makmun Al Rasyid bin Tengku Ichsan Al Rasyid (gelar Tengku Wangsa Perdana), Tengku Muhammad Reza Alrasyid Bin Tengku Azan Khan (gelar Tengku Nara Sri Perdana), Rofihan Kusnan Bin Kusnan Hamzah (gelar Datuk Seri Setia Nara Bistari), serta Murad Daeng Patiroang Bin Zulkifli (gelar Tok Muda Adhyaksa Raja)
Majelis di buka dengan pembacaan doa oleh para Imam Mesjid Raya Al Mashun, yang selanjutnya pembacaan Surat pemakluman (pengumuman) gelar yang dibacakan Tengku Panglima Besar Deli Tengku Osman Amal Ganda Wahid Al Haj akrab disala Aga, dan Tengku Pangeran Seri Indera Diraja Tengku Arif H.Delikan Al Haj, berdampingan bersama Ketua Majelis Tok Muda Abisatyha Raja Yudi Daeng Polewangi dan Sekretaris Kesultanan Deli Tengku Seri Setia Pedukaraja Tengku Ikhwan Helda.
Seripeduka Sultan Deli XIV Tuanku Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam saat itu menyampaikan bahwa Istana Maimoon bukan hanya sebuah bangunan bersejarah, tetapi merupakan bagian dari perjalanan panjang sejarah Kesultanan Deli dan masyarakat Sumatera Utara. "Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama menjaga, merawat dan melestarikan warisan sejarah dan budaya ini agar tetap berdiri kokoh serta dapat dikenal dan dihargai generasi mendatang," sebutnya.
Ia pun mengajak seluruh keluarga besar Kesultanan Deli senantiasa menjaga persaudaraan, kekompakan dan keharmonisan.

Tengku Panglima Besar Deli Tengku Osman Amal Ganda Wahid Al Haj (Aga) membaca surat pemakluman gelar. Waspada.id
Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan sesuatu yang wajar, namun jangan sampai menghilangkan rasa persaudaraan dan tujuan bersama. "Kita harus menyadari kekuatan sebuah keluarga besar terletak pada persatuan dan kebersamaannya," ujar Lamantjiji, berharap Istana Maimoon dapat terus menjadi pusat pelestarian budaya, tempat pembelajaran sejarah, serta simbol kebanggaan masyarakat Sumatera Utara dan Indonesia.
Pada kesempatan itu juga, Sultan Deli XiV menyampaikan rasa duka atas beberapa peristiwa bencana alam dan kebakaran lahan dan hutan di sejumlah daerah, dan mengapresiasi kinerja pemerintah khususnya TNI Polri serta relawan kemanusian dari unsur masyarakat
Ia mengatakan, musibah mengingatkan untuk menjaga lingkungan alam dan kita sebagai bangsa Indonesia harus senantiasa memiliki kepedulian dan semangat gotong royong.
"Dalam keadaan sulit, jangan sampai ada saudara kita yang merasa berjalan seorang diri," tegasnya.
Dalam pidato titahnya, Sultan Deli menyampaikan juga pentinganya menjaga keutuhan NKRI dalam kemajemukan dengan mengedepankan nilai warisan luhur dari adat dan budaya yang diwarisi para leluhur.
Majelis tersebut di hadiri juga Bunda Sultan Deli Ir. Hj. Siska Marabintang Palaguna, M.Si gelar Raja Ampuan Indera Deli serta Datuk 4 Suku dan Orang Besar Wazir dan Begelar Kesultanan Deli serta kaum kerabat Istana.(wsp.id)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda