Ketenangan Berbuah Tiket Semifinal: Kisah Tiga Srikandi Fahmil Quran Aceh di Semarang

Ruang Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo Semarang menjadi saksi bisu perjuangan tiga remaja putri asal Serambi Mekkah. Di bawah sorot lampu panggung Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI, Azka Dara Maulidya, Kayyisa Farras, dan Izza Mushviya berdiri bahu-bahu menghadapi ujian mental yang sesungguhnya.
Sejak jarum jam menunjukkan pukul 08.00 WIB, ketiganya sudah bersiap di meja perlombaan dengan nomor peserta 029. Di hadapan dewan hakim, tiga srikandi perwakilan Grup Fahmil Quran Putri Aceh ini harus berkejaran dengan waktu dan memeras memori demi menjawab rentetan pertanyaan agama yang dilemparkan. Bukan hal mudah menjaga fokus selama empat jam penuh di tengah ketatnya persaingan nasional.
Namun, di bawah bimbingan sang mentor, Dr. M. Riza Nurdin, Lc., MA., ketiganya berhasil menyulut riuh penonton lewat kekompakan yang solid. Saat satu orang ragu, yang lain menguatkan. Ketika ketegangan mulai merayap, ketenangan menjadi senjata utama mereka untuk mengamankan poin demi poin.
Perjuangan melelahkan hingga tengah hari itu pun terbayar lunas. Grup Fahmil Putri Aceh resmi dinyatakan lolos dari babak penyisihan dan berhak melaju ke babak semifinal.

Dari bangku penonton, senyum bangga tak bisa disembunyikan oleh Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP. Selaku Ketua Kafilah Aceh sekaligus Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, ia menyaksikan langsung bagaimana ketiga "anak didiknya" bertarung di atas panggung.
"Alhamdulillah, anak-anak tampil tenang, penuh konsentrasi, dan mampu memberikan yang terbaik," puji Misran dengan rasa syukur yang mendalam seusai lomba.
Bagi Kafilah Aceh, keberhasilan Azka, Kayyisa, dan Izza bukan sekadar angka di papan skor. Ini adalah suntikan moral dan oase kegembiraan di tengah sengitnya persaingan MTQ Nasional tahun ini.
Langkah mereka belum selesai. Babak semifinal yang jauh lebih berat sudah menanti di depan mata.
Kini, tugas utama ketiga srikandi ini adalah menjaga kesehatan dan merawat fokus agar asa membawa pulang piala ke tanah rencong bisa melangkah hingga ke babak final. Aceh kini menaruh harapan di pundak mereka. (Maimun Asnawi,S.HI.,M.Kom.I/WASPADA.id)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda