Ketika Dr Ismed Menukar Janji dengan Prestasi


SIGLI (Waspada.id): Janji bagi Dr Ismed SPd MPd bukan sekadar kata. Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie itu menepati janjinya dengan memberikan penghargaan kepada siswa yang berhasil meraih juara pertama tingkat Provinsi Aceh.
Penghargaan berupa sepeda listrik diserahkan Dr Ismed seusai rapat para kepala sekolah di SMP Negeri 2 Tijue, Pidie, Rabu (9/9/2026).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas prestasi sekaligus motivasi agar siswa terus mengembangkan bakat dan mengharumkan nama Pidie di tingkat nasional.
Salah satu penerima penghargaan adalah Ulhiya Nazifany dari SDN 1 Beureunuen yang meraih Juara I cabang mendongeng FLS3N tingkat Provinsi Aceh. Ia berhak melaju ke tingkat nasional.
Dua siswa SDN 1 Beureunuen lainnya, M. Azrul Hanafiz dan Hani Syazia Putri, juga meraih Juara I cabang pantomim. Keduanya akan mewakili Aceh pada tingkat nasional.
Sementara Asyifa Rizqia dari SDIT Ibnu Mas'ud meraih Juara I cabang renang putri tingkat Provinsi Aceh.

Untuk juara pertama mendongeng dan renang, masing-masing menerima satu unit sepeda listrik. Sementara dua peserta pantomim memperoleh uang pembinaan senilai satu unit sepeda listrik yang kemudian dibagi untuk keduanya.
Selain juara pertama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie juga memberikan plakat dan uang pembinaan kepada siswa SMP YPPU Sigli yang meraih juara harapan pada FLS3N tingkat Provinsi Aceh.
Mereka adalah Miskia Najiba, Juara Harapan I cabang menyanyi solo; Maisar Rizka, Juara Harapan II cabang menulis cerita; dan Fatin Shahira, Juara Harapan III cabang ilustrasi.
Sekolah Diminta Beri Ruang bagi Bakat Siswa
Dr Ismed meminta sekolah lebih aktif mengikutsertakan siswa dalam berbagai perlombaan, baik yang digelar di tingkat UPTD maupun jenjang yang lebih tinggi.
Menurutnya, perlombaan bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan, tetapi menjadi ruang bagi siswa untuk menemukan, mengasah, dan mengembangkan bakat.
“Anak-anak harus diberikan ruang untuk mengembangkan bakat dan prestasinya. Karena itu, sekolah harus aktif mengikutsertakan mereka dalam berbagai even perlombaan,” ujar Ismed.
Ia mengibaratkan bakat anak-anak seperti benih yang membutuhkan perhatian dan perawatan agar dapat tumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar.
“Bakat anak-anak itu ibarat benih. Kalau tidak ditanam, disiram, dan dirawat, kita tidak akan pernah tahu seberapa besar pohon yang bisa tumbuh,” kata Ismed.
Menurutnya, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak siswa Pidie yang mampu berprestasi hingga tingkat provinsi dan nasional.

Sebelumnya, Ismed juga pernah menjanjikan sepeda listrik bagi peserta didik Pidie yang mampu meraih Juara I pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Aceh.
Seorang guru dan pemimpin pendidikan barangkali tidak selalu dapat mengantar anak-anak sampai ke puncak. Namun, mereka dapat menyalakan pelita agar anak-anak menemukan jalannya sendiri. Penghargaan kepada para juara adalah salah satu cara menjaga nyala itu.
Sebab masa depan tidak pernah tumbuh dari anak-anak yang hanya disuruh bermimpi, melainkan dari mereka yang diberi kesempatan untuk mencoba, gagal, bangkit, dan kembali melangkah. (Id69)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda