Breaking News
Memuat breaking news...

Ketika Ratoh Duek Aceh Menggema dari Singapura

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 25 Juli 2026 - 9.24 PM WIB
Ketika Ratoh Duek Aceh Menggema dari Singapura
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BANDA ACEH (Waspada.id): Di tengah gemuruh tepuk tangan penonton, gerak serempak dan syair khas Ratoh Duek mengalun di panggung internasional. Bukan dibawakan anak-anak Aceh, melainkan oleh puluhan anggota Gondwana Choir Australia yang tampil memukau dalam rangkaian tur budaya di Malaysia dan Singapura.

Penampilan itu menjadi semakin berkesan ketika Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Irini Dewi Wanti S.S., M.SP., hadir menyaksikan langsung pertunjukan tersebut.

Bagi koreografer asal Aceh, Murtala, yang mendampingi Gondwana Choir sepanjang perjalanan budaya itu, kehadiran Irini merupakan kejutan sekaligus bentuk apresiasi terhadap upaya memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia.

"Kehadiran Ibu Irini menjadi energi besar untuk anak-anak Australia. Beliau melihat langsung bagaimana Ratoh Duek Aceh, melalui gerak, suara, dan semangat anak-anak Australia, hadir di panggung internasional," ujar Murtala kepada Waspada, Sabtu (25/7/2026).

Momen itu juga menghadirkan kisah hangat di luar panggung. Anak-anak Gondwana Choir tampak antusias bertemu dengan Irini, sosok yang sebelumnya menghadiahkan tas bermotif Aceh kepada mereka. Hadiah sederhana itu rupanya meninggalkan kesan mendalam.

"Beberapa anak berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada beliau. Mereka sangat menyukai tas tersebut dan membawanya dengan penuh kebanggaan," kata Murtala.

Menurutnya, perjalanan ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bagian dari diplomasi budaya yang memperlihatkan bahwa warisan budaya Indonesia mampu diterima dan dipelajari lintas negara.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan yang telah memberikan dukungan sehingga dirinya dapat menjadi bagian dari misi budaya tersebut.

"Terima kasih kepada Ibu Irini Dewi Wanti atas dukungan dan kepercayaannya sehingga saya dapat ikut serta dalam perjalanan luar biasa ini bersama Gondwana Choir Australia," ujarnya.

Bagi Murtala, ketika Ratoh Duek dibawakan oleh anak-anak Australia dengan penuh penghayatan, itu menjadi bukti bahwa budaya Aceh tidak hanya hidup di tanah kelahirannya, tetapi juga mampu menjangkau dunia melalui persahabatan, seni, dan pertukaran budaya. (id64)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement