Breaking News
Memuat breaking news...

Ketika Sarjani dan Rohana Berjalan Bersama, Kota Sigli Seolah Ikut Jatuh Cinta

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 19 September 2026 - 7.26 PM WIB
Ketika Sarjani dan Rohana Berjalan Bersama, Kota Sigli Seolah Ikut Jatuh Cinta
Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., bersama istri, Ny. Hj. Rohana Razali, tampil mengenakan busana adat pada Pawai Budaya Uroe Lahe Pidie ke-515 di Kota Sigli, Pidie, Sabtu (19/9/2026). Waspada.id/Muhammad Riza
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Jika Kota Sigli pagi itu adalah panggung budaya, maka Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., dan Ny. Hj. Rohana Razali menjadi bagian dari cerita yang berjalan berdampingan. Di tengah riuh Pawai Budaya Uroe Lahe Pidie ke-515, keduanya tampil dalam balutan pakaian adat, membawa suasana tradisi semakin hidup di tengah masyarakat.

Sabtu (19/9/2026), Kota Sigli, Kabupaten Pidie, dipenuhi warna-warni pakaian adat. Pelajar, guru, kelompok masyarakat dan peserta dari berbagai wilayah ikut memeriahkan pawai sebagai bagian dari peringatan Uroe Lahe Pidie ke-515.

Di antara peserta, Ny. Hj. Rohana Razali tampil anggun mengenakan pakaian adat bersama Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari upaya menghadirkan adat dan budaya dalam ruang publik sekaligus memperkuat semarak perayaan hari jadi Pidie.

Pawai tersebut bukan sekadar arak-arakan. Beragam busana adat yang dikenakan peserta menjadi gambaran kekayaan tradisi Aceh yang masih hidup di tengah masyarakat.

Kain, motif, aksesori dan tata busana yang ditampilkan membawa pesan tentang identitas serta warisan leluhur. Di sepanjang rute pawai, masyarakat dapat menyaksikan langsung kekayaan budaya yang selama ini tumbuh dalam kehidupan masyarakat Pidie.

Kehadiran generasi muda juga menjadi bagian penting. Anak-anak dan pelajar ikut mengenakan busana adat, sehingga tradisi tidak hanya dikenang sebagai cerita masa lalu, tetapi diperkenalkan melalui pengalaman langsung.

Bagi Pidie, Uroe Lahe ke-515 menjadi momentum untuk menghubungkan sejarah dengan kehidupan masa kini. Pawai budaya memberi ruang bagi masyarakat untuk mengenal kembali adat, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas daerah.

Di tengah kemeriahan itu, kebersamaan Sarjani dan Rohana memberi warna tersendiri. Dua insan tersebut berjalan berdampingan dalam balutan adat, seolah menyampaikan pesan sederhana bahwa mencintai daerah dapat dimulai dari menghargai warisan budayanya.

Kota Sigli hari itu bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya sebuah pawai. Ia menjadi panggung tempat sejarah, adat dan generasi bertemu.

Dan ketika pakaian adat kembali memenuhi jalan-jalan kota, warisan leluhur seakan menemukan kehidupan barunya.

Pada akhirnya, cinta bukan hanya tentang dua hati yang saling menggenggam, tetapi juga tentang kepedulian menjaga apa yang diwariskan leluhur. Selama adat dijunjung, budaya dikenang dan generasi muda terus mengenalnya, Pidie akan tetap memiliki jati diri yang dapat diwariskan dari satu zaman ke zaman berikutnya. WASPADA.id

Muhammad Riza

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement