Breaking News
Memuat breaking news...

Ketua DPRK Abdya: Irigasi Jadi Penopang Ketahanan Pangan Abdya

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 8 Agustus 2026 - 6.20 PM WIB
Ketua DPRK Abdya: Irigasi Jadi Penopang Ketahanan Pangan Abdya
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BLANGPIDIE (Waspada.id): Ketua DPRK Aceh Barat Daya (Abdya), Roni Guswandi menilai, pembangunan jaringan irigasi tersier di sejumlah wilayah pertanian, menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, ketersediaan air yang terjamin hingga ke lahan sawah, tidak hanya menentukan kelancaran musim tanam, tetapi juga berkaitan langsung dengan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat. “Pembangunan irigasi ini tentu kita sambut baik. Irigasi bukan sekadar saluran air, tetapi salah satu penopang utama produksi pangan. Kalau air tersedia dan distribusinya lancar, petani lebih memiliki kepastian dalam mengelola lahannya,” kata Roni Guswandi kepada Waspada.id, Sabtu (8/8).

Roni menyampaikan hal itu terkait Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) 2026 yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh di Kabupaten Abdya.

Program tersebut menyasar 16 kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang tersebar di Kecamatan Setia, Manggeng, Blangpidie, Jeumpa, Babahrot dan Lembah Sabil.

Masing-masing kelompok memperoleh pagu Rp195 juta untuk rehabilitasi, peningkatan maupun pembangunan jaringan irigasi tersier dengan sasaran saluran sekitar 250 hingga 300 meter per lokasi.

Program itu menargetkan peningkatan indeks pertanaman (IP) dari 150 menjadi 200. Bagi Roni, target tersebut penting karena keberhasilan pembangunan irigasi semestinya diukur dari dampaknya terhadap aktivitas pertanian, bukan hanya dari penyelesaian konstruksi. “Yang kita harapkan bukan sekadar salurannya selesai. Ukuran keberhasilannya adalah air benar-benar sampai ke sawah, musim tanam meningkat, produksi bertambah dan pada akhirnya pendapatan petani ikut membaik,” ujarnya.

Ia juga menilai pola swakelola melalui kelompok P3A merupakan pendekatan yang tepat, karena masyarakat terlibat langsung dalam perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan.

Keterlibatan tersebut katanya, dapat menumbuhkan rasa memiliki sekaligus memperkuat tanggung jawab masyarakat, dalam menjaga jaringan setelah pembangunan selesai. “Jaringan irigasi yang sudah dibangun harus dipelihara. Jangan sampai infrastruktur yang hari ini memberikan manfaat, beberapa tahun kemudian tidak berfungsi karena kurang perawatan,” katanya.

Roni berharap perhatian pemerintah pusat terhadap infrastruktur pertanian di Abdya, terus berlanjut. Menurutnya, pembangunan jaringan tersier perlu berjalan beriringan dengan pemeliharaan jaringan yang sudah ada, sehingga sistem pengairan pertanian dapat berfungsi secara berkelanjutan. “Ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Infrastruktur pendukungnya juga harus kuat. Karena itu, irigasi menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari agenda ketahanan pangan,” ujarnya.

Roni menegaskan, penguatan irigasi harus ditempatkan sebagai investasi jangka panjang bagi sektor pertanian. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu membuka ruang bagi peningkatan intensitas tanam, sekaligus memperkuat posisi Abdya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kalau irigasi kuat, petani punya peluang lebih besar meningkatkan produksi. Kalau produksi meningkat dan biaya serta risiko usaha tani bisa ditekan, dampaknya tentu akan kembali kepada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(id82)

Ketua DPRK Abdya Roni Guswandi, Sabtu (8/8).Waspada.id/Syafrizal

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement