Ketua MAA Langsa Bekali Mahasiswa Baru Pemahaman Kearifan Lokal


LANGSA (Waspada.id): Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Langsa, Drs H Mursyidin Budiman, menjadi pemateri pada kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) IAIN Langsa Tahun 2026, Selasa (1/9), di Auditorium Terpadu IAIN Langsa.
Dalam kegiatan yang mengusung tema “Merajut Intelektualitas, Menyemai Solidaritas, Menggerakkan Transformasi untuk Peradaban yang Beradab” tersebut, Mursyidin menyampaikan materi berjudul “Memahami Implementasi Norma-Norma Kearifan Lokal di Lingkungan Kota Langsa”.
Di hadapan mahasiswa baru, Ketua MAA Langsa menekankan pentingnya generasi muda, khususnya mahasiswa, memahami nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kepribadian dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, kearifan lokal bukan sekadar peninggalan budaya masa lalu, tetapi mengandung nilai-nilai kehidupan yang masih relevan diterapkan dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual. Mereka juga harus memiliki karakter, etika dan kepedulian terhadap lingkungan sosial serta budaya tempat mereka berada,” ujarnya.
Mursyidin menjelaskan, Kota Langsa memiliki keberagaman masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda. Kondisi tersebut, katanya, harus menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan norma yang berlaku di tengah masyarakat.
Ia mengajak mahasiswa baru IAIN Langsa agar tidak tercerabut dari akar budaya lokal ketika memasuki dunia akademik. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap adat, etika dan nilai-nilai sosial.
“Jangan sampai kemajuan teknologi membuat kita kehilangan jati diri. Mahasiswa harus mampu menjadi generasi yang berilmu, beradab, menghargai adat dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman,” katanya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar memahami batas-batas perilaku dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk tata krama, penghormatan kepada orang tua dan guru, kepedulian terhadap sesama serta menjaga keharmonisan lingkungan.
Menurut Mursyidin, penerapan kearifan lokal dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Sikap saling menghormati, menjaga tutur kata, menghargai perbedaan dan mengedepankan musyawarah merupakan bagian dari nilai yang harus terus dipelihara.
Kegiatan PBAK IAIN Langsa 2026 tersebut menjadi salah satu momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus memperoleh pemahaman mengenai kehidupan sosial dan budaya yang ada di Kota Langsa.
Mursyidin berharap mahasiswa baru dapat menjadi generasi intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat dengan menjadikan ilmu pengetahuan, agama, adat dan etika sebagai landasan dalam kehidupan.
“Perguruan tinggi harus melahirkan intelektual yang berilmu sekaligus beradab. Karena itu, pemahaman terhadap kearifan lokal menjadi penting agar mahasiswa mampu berkontribusi membangun masyarakat tanpa kehilangan identitas budaya,” pungkasnya.(id94)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda