Ketua MKKS Toba Bantah Arahkan Pengadaan Seragam ke Konveksi TertentuKetua MKKS Toba Bantah Arahkan Pengadaan Seragam ke Konveksi Tertentu

TOBA (Waspada.id): Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Toba, Pardi Sianipar, S.Pd, membantah tudingan yang menyebut pihaknya mengarahkan seluruh sekolah untuk membeli perlengkapan seragam siswa dari satu konveksi tertentu.
Menurut Pardi, pembahasan terkait pengadaan baju olahraga dilakukan dalam rapat MKKS Kabupaten Toba pada Juli 2026 dengan menghadirkan beberapa pihak konveksi yang sebelumnya menawarkan produknya kepada MKKS.
"Sesuai hasil rapat MKKS minggu lalu, kami mengundang beberapa konveksi yang menawarkan pengadaan baju olahraga. Mereka hanya mempresentasikan produknya kepada para kepala sekolah, selanjutnya kepala sekolah menyampaikan kepada komite dan orang tua untuk dibahas melalui rapat. Jadi tudingan bahwa kami mengarahkan ke salah satu konveksi itu tidak benar," ujar Pardi saat dikonfirmasi, Selasa (22/7/2026).
Ia menjelaskan, kehadiran pihak konveksi dalam rapat semata-mata untuk memberikan pilihan kepada sekolah. Keputusan akhir tetap berada di masing-masing sekolah melalui kesepakatan bersama komite dan orang tua siswa.
"Kami sampaikan kepada kepala sekolah, siapa yang berminat terhadap barang yang ditawarkan silakan didiskusikan bersama komite dan orang tua. Tidak ada paksaan dan tidak ada penunjukan kepada pihak tertentu," katanya.
Pardi juga mengungkapkan bahwa pihaknya tidak pernah menerima surat penawaran resmi dari konveksi. Menurutnya, penawaran dilakukan secara langsung oleh seseorang yang datang menemui MKKS, kemudian diminta hadir dalam rapat agar dapat menjelaskan produknya kepada seluruh kepala sekolah.
Ia mengatakan, alasan MKKS memfasilitasi pertemuan dengan sejumlah konveksi adalah karena seragam olahraga di setiap sekolah umumnya harus memiliki model yang sama sehingga lebih mudah jika langsung dipesan kepada pihak konveksi.
Meski demikian, Pardi menegaskan sekolah tetap memiliki kebebasan menentukan tempat pembelian.
"Kalau ada sekolah yang ingin membeli sendiri, kami persilakan. Tahun ini justru lebih bebas dibanding tahun lalu. Kami tidak pernah mengarahkan kepada orang tertentu," tegasnya.
Pardi mengakui selama ini pengadaan perlengkapan sekolah di Kabupaten Toba kerap melibatkan pihak perantara. Namun menurutnya, apabila sekolah membeli langsung kepada konveksi, harga yang diperoleh bisa lebih murah.
Ia berharap seluruh kepala sekolah dan orang tua dapat memahami bahwa yang diutamakan MKKS hanyalah keseragaman atribut siswa, bukan penunjukan penyedia barang.
"Kami mohon kepada seluruh kepala sekolah dan orang tua bahwa pengadaan baju olahraga itu bebas. Yang kami harapkan hanya keseragamannya," ujarnya.
Untuk pengadaan perlengkapan tersebut, lanjut Pardi, MKKS bersama para kepala sekolah hanya menyepakati kisaran harga antara Rp180 ribu hingga Rp220 ribu untuk satu paket yang meliputi baju olahraga, topi, dasi, lambang dan atribut lainnya. Kesepakatan harga itu dibuat dengan mempertimbangkan kenaikan harga bahan.
Sementara untuk seragam batik, Pardi mengatakan kebijakan diserahkan kepada masing-masing sekolah. Bahkan, menurutnya, sekolah dapat menggunakan ulos sebagai alternatif sesuai kebijakan sekolah masing-masing.
Menanggapi adanya informasi bahwa Ketua MKKS mengarahkan pembelian kepada pihak tertentu, Pardi kembali menegaskan tudingan tersebut tidak benar.
"Kalau ada yang mengatakan Ketua MKKS mengarahkan pembelian kepada seseorang, itu tidak benar," pungkasnya. (Id52)






























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda