Breaking News
Memuat breaking news...

Ketua Pemuda Muhammadiyah Tapteng Dukung Bakhtiar Ahmad Sibarani, Dorong Bantuan Rp30 Juta per KK Korban Bencana

Redaksi
Redaksi
Minggu, 16 Agustus 2026 - 3.41 PM WIB
Ketua Pemuda Muhammadiyah Tapteng Dukung Bakhtiar Ahmad Sibarani, Dorong Bantuan Rp30 Juta per KK Korban Bencana
Ketua Pemuda Muhammadiyah Tapanuli Tengah, Herjiano Panggabean, S.Pd.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TAPTENG (Waspada.id): Pernyataan mantan Bupati Tapanuli Tengah yang juga Ketua DPP Partai NasDem, Bakhtiar Ahmad Sibarani, yang mendorong pengalokasian anggaran Rp30 juta per kepala keluarga (KK) bagi korban bencana mendapat dukungan dari Ketua Pemuda Muhammadiyah Tapanuli Tengah, Herjiano Panggabean, S.Pd.

Herjiano menyatakan dukungannya terhadap sikap Bapak Bakhtiar Ahmad Sibarani yang sebelumnya meminta pemerintah daerah memberikan perhatian serius kepada masyarakat korban bencana yang hingga kini masih menunggu kepastian bantuan.

Menurut Herjiano, aspirasi yang disampaikan Pak Bakhtiar sejalan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan, khususnya warga terdampak bencana yang dinilai belum memperoleh bantuan secara maksimal.

"Kami mendukung pernyataan Bapak Bakhtiar Ahmad Sibarani yang meminta pemerintah daerah memberikan perhatian dan bantuan kepada korban bencana. Kami juga mendukung sikap Ketua DPRD Tapanuli Tengah Ahmad Rivai Sibarani yang menyatakan siap menyetujui anggaran Rp30 juta per KK bagi korban bencana, bahkan jika jumlah penerimanya mencapai 5.000 KK," ujar Herjiano, Minggu (16/8/26).

Ia menilai persoalan korban bencana tidak seharusnya hanya menjadi perdebatan politik. Menurutnya, penanganan masyarakat terdampak merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah, DPRD, organisasi kemasyarakatan dan seluruh elemen masyarakat.

"Yang kita bicarakan adalah nasib masyarakat. Mereka sudah mengalami bencana dan kehilangan banyak hal. Jangan sampai setelah bencana berlalu, mereka kembali harus berjuang sendiri untuk mendapatkan hak dan bantuan," tegasnya.

Herjiano mengatakan, apabila kemampuan fiskal daerah memungkinkan, anggaran semestinya dapat diarahkan untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

"Kalau memang ada kemampuan anggaran, jangan sampai masyarakat korban bencana terus menunggu. Mereka membutuhkan kepastian dan tindakan nyata," katanya.

Selain mendukung usulan bantuan, Pemuda Muhammadiyah Tapanuli Tengah juga mendorong agar proses pendataan dan penyaluran bantuan dilakukan secara transparan serta tepat sasaran.

Menurut Herjiano, data penerima harus diverifikasi dengan baik dan pengawasan terhadap penyaluran bantuan perlu diperkuat agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.

"Kami mendukung kalau mekanismenya transparan, data penerima diverifikasi dengan baik, dan bantuan langsung diterima masyarakat tanpa potongan. Jangan sampai masyarakat yang sudah menjadi korban kembali menjadi korban karena adanya penyimpangan," ujarnya.

Ia juga berharap Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu dapat mempertimbangkan secara serius aspirasi tersebut dan bersama DPRD mencari solusi terbaik bagi ribuan keluarga yang terdampak bencana.

"Kami berharap Bupati tidak melihat ini sebagai kepentingan kelompok atau kepentingan politik. Pernyataan Bakhtiar Ahmad Sibarani dan sikap DPRD harus dilihat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan," katanya.

Herjiano menegaskan, Pemuda Muhammadiyah Tapanuli Tengah mendukung setiap kebijakan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat korban bencana, sepanjang dilaksanakan sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Pak Bakhtiar Ahmad Sibarani sudah menyampaikan aspirasi yang menurut kami sangat relevan dengan kondisi masyarakat. Ketua DPRD juga sudah menyatakan siap. Sekarang yang paling penting adalah bagaimana pemerintah daerah merespons dan merealisasikan bantuan tersebut," pungkasnya. (Tnk)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement