Breaking News
Memuat breaking news...

Ketua PSAP Buka Turnamen Kemerdekaan Geumpang

Redaksi
Redaksi
Minggu, 2 Agustus 2026 - 5.54 PM WIB
Ketua PSAP Buka Turnamen Kemerdekaan Geumpang
Ketua PSAP Sigli, Amat Tong, membuka turnamen dengan tendangan bola pertama. Minggu (2/8) Waapada.Id/ ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

GEUMPANG (Waspada.id): Ketua Umum PSAP Sigli, M. Yusri Syamaun atau akrab disapa Amat Tong membuka Turnamen Sepakbola HUT ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Beruang Hitam, Gampong Leupu, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, Minggu (2/8/2026).

Turnamen yang diikuti 16 klub dari tiga kecamatan itu diharapkan menjadi ajang pembinaan pesepak bola muda sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.

Dalam sambutannya, Amat Tong menyampaikan bahwa turnamen tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kebersamaan masyarakat Kecamatan Geumpang dalam memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Muspika Kecamatan Geumpang, Imum Mukim Bangkeh, Koperasi Tambang Geumpang Bersatu, Batalyon TP897/GG, serta masyarakat pecinta olahraga sepak bola.

Menurut Amat Tong, sepak bola bukan hanya sekadar permainan untuk mengejar kemenangan, tetapi juga harus menjadi wadah pemersatu lintas generasi serta tempat lahirnya talenta-talenta baru dari Kabupaten Pidie.

"Sepakbola itu ibarat api yang menyala. Jika dijaga dengan semangat, disiplin, dan sportivitas, apinya akan menghangatkan persaudaraan. Namun jika dibiarkan dipenuhi emosi dan provokasi, api yang sama bisa membakar semuanya. Karena itu, mari kita jadikan lapangan ini sebagai tempat lahirnya persahabatan, bukan permusuhan," ujar Amat Tong.

Ia menambahkan, pemain hebat tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang dan kesempatan untuk terus mengasah kemampuan.

"Seperti besi yang ditempa menjadi pedang, semakin sering diuji maka semakin kuat dan bernilai. Begitu juga pemain muda Pidie, mereka membutuhkan ruang bertanding agar kelak mampu membawa nama baik gampong, daerah, bahkan Aceh dalam setiap kompetisi yang diikuti," katanya.

Amat Tong juga menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan provokatif yang dapat memicu kericuhan maupun perkelahian selama turnamen berlangsung. Ia mengajak seluruh pemain, ofisial, dan suporter untuk menjaga nama baik olahraga sepak bola dengan mengedepankan sikap sportif.

Ia juga memberikan pesan penuh semangat kepada seluruh peserta agar menjadikan turnamen ini sebagai panggung persaudaraan dan pembuktian kemampuan, bukan tempat mencari permusuhan.

"Menang dan kalah adalah bagian dari pertandingan. Seperti halnya perjalanan hidup, kadang kita berada di depan, kadang kita harus menerima hasil yang belum sesuai harapan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga kehormatan dan semangat kebersamaan," ujarnya.

Ia mengibaratkan pertandingan sepak bola seperti sebuah perjalanan yang membutuhkan kerja sama.

"Sepakbola itu ibarat sebuah kapal yang berlayar menuju tujuan. Jika setiap orang di dalamnya bergerak bersama dengan disiplin dan saling menghargai, kapal itu akan sampai dengan selamat. Tetapi jika ada yang membuat gaduh dan merusak keseimbangan, perjalanan akan terganggu," kata Amat Tong.

Karena itu, ia meminta seluruh pemain, pelatih, wasit, dan pendukung untuk mengedepankan nilai fair play, menghormati keputusan wasit, serta menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.

"Juara sejati bukan hanya mereka yang mengangkat trofi, tetapi mereka yang mampu menunjukkan sikap terhormat, menghargai lawan, dan menjaga persaudaraan. Mari kita buktikan bahwa sepak bola Geumpang adalah sepak bola yang penuh semangat, sportif, dan bermartabat," tegasnya.

Amat Tong berharap apabila turnamen ini berjalan sukses, aman, dan tertib, maka ke depan akan dilaksanakan event yang lebih besar dengan melibatkan klub-klub dari seluruh Kabupaten Pidie.

Sementara itu, Camat Geumpang, Mahdi, ST, dalam sambutannya mengingatkan seluruh pemain dan klub yang bertanding agar mengutamakan nilai fair play dan sportivitas. Menurutnya, turnamen ini tidak hanya bertujuan mencari juara, tetapi juga membentuk pemain yang memiliki karakter dewasa dan profesional.

Ketua Panitia Turnamen, Aswadi, yang juga Ketua Pemuda Gampong Leupu, mengatakan kompetisi tersebut diikuti 16 klub dari tiga kecamatan dalam Kabupaten Pidie, yaitu Kecamatan Geumpang, Mane, dan Tangse.

Ia berharap seluruh klub dan pemain dapat menjaga profesionalitas selama turnamen berlangsung sehingga kegiatan dapat berjalan aman dan sukses hingga akhir.

Pada pertandingan pembuka, Beruang FC berhadapan dengan Banteng Hitam FC dari Gampong Blang Dalam, Kecamatan Mane. Laga tersebut menjadi awal rangkaian Turnamen Sepak Bola HUT RI ke-81 yang diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit pemain potensial sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat Kabupaten Pidie.(id69)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement