Breaking News
Memuat breaking news...

Ketua TP PKK Madina Serahkan Bantuan untuk Siswa SLBN

Redaksi
Redaksi
Senin, 12 Oktober 2026 - 4.37 PM WIB
Ketua TP PKK Madina Serahkan Bantuan untuk Siswa SLBN
Dalam kesempatan itu, beberapa anak unjuk kebolehan di hadapan Ny. Yupri dan rombongan.(Id100)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

PANYABUNGAN (Waspada.id): Ketua TP PKK Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Ny. Yupri Astuti Saipullah Nasution menyerahkan bantuan berupa kursi roda, tongkat kaki, tongkat ketiak, dan bingkisan kepada siswa Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) di Kompleks Pendidikan STAIN Madina, Panyabungan, pada Senin (12/10/2026).

Tak hanya menyerahkan bantuan, Ny. Yupri juga menyampaikan sejumlah pesan penting. Antara lain apresiasi dan rasa terima kasih kepada para pendidik di sekolah tersebut dan pentingnya menanamkan toleransi kepada anak sejak dini.

"Bagi pemerintah, tidak ada perbedaan. Semua anak adalah anak Madina, semua berhak mendapatkan kasih sayang, perhatian, dan pendidikan yang baik," kata dia.

Ketua TP PKK menjelaskan, pendidikan dan perhatian terhadap anak berkebutuhuan khsusus bukan hanya tanggung jawab pendidik di sekolah. "Ini tugas kita bersama," ujar Yupri.

Dia menegaskan, kunjungan tersebut bukan semata rutinitas dan seremonial, tapi juga upaya mempraktikkan sikap toleransi antar sesama.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dr. Muhammad Faisal Situmorang menyampaikan apresiasi kepada para pendidik yang telah memberikan kasih sayang dan perhatian kepada anak-anak.

Dia menilai hal tersebut bukan sebatas kewajiban sebagai seorang guru, tapi juga bisa menjadi ladang ibadah.

Faisal mengatakan pihaknya akan berkolaborasi dengan Dinas Sosial P3A dan Bagian Kesejahteraan Rakyat untuk memenuhi kebutuhan SLB tersebut.

Merespons kehadiran Ketua TP PKK dan rombongan, Kepala SLBN Madina Ahmad Undri menyampaikan terima kasih. Dia berharap kehadiran para pejabat daerah itu berbanding lurus dengan bantuan yang akan diterima sekolahnya.

"SLB ini berdiri pada 2007, saat ini ada 103 siswa yang belajar di sini," kata Undri dalam sambutannya.

Dia menerangkan, asrama sekolah belum berfungsi sebagaimana mestinya karena ketiadaan biaya operasional. Selain itu, mobil antar jemput juga perlu perhatian dari pemerintah daerah.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement