Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Ketum PAS Akhyar Kamil Laporkan Dugaan Penganiayaan Warga Aceh di Jakarta

Redaksi
Redaksi
Jumat, 30 Oktober 2026 - 8.12 PM WIB
Ketum PAS Akhyar Kamil Laporkan Dugaan Penganiayaan Warga Aceh di Jakarta
Ketum PAS Akhyar Kamil saat melaporkan kasus dugaan penganiayaan warga Aceh, Jumat (30/10). (Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Ketua Umum Persaudaraan Aceh Seranto (PAS), Akhyar Kamil, mendampingi seorang warga Aceh berinisial NS, 30, yang diduga menjadi korban pengeroyokan di sebuah rumah toko (ruko) di Jalan Musi Nomor 41, kawasan Gambir, Jakarta Pusat.

PAS telah menyiapkan pengacara untuk memberikan pendampingan hukum kepada korban. Akhyar juga menyatakan akan menanggung biaya pendampingan hukum tersebut hingga proses hukum selesai. Hal itu disampaikan Akhyar kepada Waspada.id, Jumat (30/10).

Akhyar menjelaskan, pihaknya bersama korban dan pengacara mendatangi Polda Metro Jaya untuk membuat laporan polisi terkait dugaan pengeroyokan tersebut.

PAS mengetahui kejadian itu setelah menerima informasi dari seseorang di Aceh yang mengirimkan tautan video dugaan pengeroyokan dan meminta bantuan untuk mendampingi korban, jelasnya.

"Kami minta pihak kepolisian menegakkan hukum sehingga sampai ke pengadilan. Saya, Akhyar Kamil sebagai Ketua Umum Persaudaraan Aceh Seranto, akan menanggung semua biaya dari pertama sampai terakhir," kata Akhyar.

Dugaan Pengeroyokan Berawal dari Perselisihan di Tempat Kerja

Akhyar mengungkapkan, dugaan pengeroyokan tersebut diduga berawal dari kecemburuan di lingkungan kerja korban. Berdasarkan informasi yang diterimanya, NS bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan pakaian, ungkapnya.

Akhyar menduga, perkembangan usaha setelah korban bekerja di perusahaan tersebut memicu kecemburuan dari orang yang sebelumnya bekerja di sana.

Namun, keterangan mengenai latar belakang dan motif kejadian tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada korban dan pihak kepolisian.

Akhyar juga menilai tindakan salah seorang yang terlihat memegang korban dalam video tersebut perlu diperiksa.

Menurutnya, tindakan itu bukan semata-mata upaya merangkul atau melindungi korban, melainkan diduga memberi kesempatan kepada orang lain untuk melakukan pemukulan, tutup Akhyar. (id83)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement