Breaking News
Memuat breaking news...

Kevin Keegan: Legenda Inggris yang Melegenda di Jerman

Redaksi
Redaksi
Rabu, 22 Juli 2026 - 6.55 AM WIB
Kevin Keegan: Legenda Inggris yang Melegenda di Jerman
Kevin Keegan ketika menerima penghargaan Ballon d'Or 1978 sebagai Pemain Terbaik Eropa 1978 atas kiprah hebatnya bersama Hamburg.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Oleh: Indra Efendi Rangkuti

Dunia sepakbola Internasional kembali kehilangan salah satu legenda besarnya. Kevin Keegan sang legenda sepakbola Inggris meninggal dunia pada 20 Juli 2026 (21 Juli 2026 dinihari waktu Indonesia) akibat kanker di usia 75 tahun.

Kevin Keegan yang lahir 14 Februari 1951 di Armthorpe, Doncaster, Inggris dikenal sebagai sosok pesepakbola yang sukses bersama Liverpool dan Hamburg SV. Sebagai pelatih dirinya juga sukses mengangkat Newcastle United menjadi salah satu klub hebat di Liga Premier Inggris.

Mungkin generasi saat ini menilai Harry Kane adalah pesepakbola Inggris yang paling sukses di Jerman bersama klub Bayern Muenchen. Namun jauh sebelumnya Kevin Keegan telah menorehkan sukses besar di Jerman dengan keberhasilannya mengangkat prestasi Harmburg SV bukan hanya di Jerman tapi juga di Eropa.

Kevin Keegan memulai kisah suksesnya sebagai pesepakbola dengan kesuksesan bersama Liverpool. Selama bergabung dengan Liverpool pada periode 1971 hingga 1977 berbagai prestasi ditorehkannya bersama Liverpool. Keegan sukses membawa Liverpool menjadi Juara Liga Inggris musim 1971/1973, 1975/1976 dan 1976/1977.

Kevin Keegan (kiri) bersama dua rekannya di Hamburg Manfred Kaltz dan Caspar Memering tahun 1979.

Selain itu Keegan juga sukses membawa Liverpool menjadi Juara Piala Champions (kini Liga Champions) pada musim 1976/1977.Kemudian dirinya sukses membawa Liverpool menjadi Juara Piala UEFA musim 1972/1973 dan 1975/1976. Sukses besar Keegan di Liverpool ini membuat dirinya dikenang sebagai salah satu Legenda Liverpool.

Seusai sukses membawa Liverpool menjadi Juara Liga Inggris dan Piala Champions pada musim 1976/1977, Kevin Keegan membuat keputusan besar dalam karirnya dengan meninggalkan Liverpool dan bergabung denga klub Jerman Hamburg SV.

Keputusan ini dinilai nekad ketika itu. Sangat jarang pemain Inggris yang sukses berkarir di luar Inggris apalagi di Jerman yang saat itu sangat didominasi oleh Bayern Muenchen dan Borussia Monchengladbach dan bintang – bintang Timnas Jerman.

Sebelum memutuskan pindah ke Hamburg banyak klub – klub besar Eropa mengincar Kevin Keegan. Namun keputusannya mantap memilih Hamburg sebagai tempat dirinya melanjutkan karier sepakbolanya.

Kepindahan Keegan ke Hamburg menjadikan Keegan mencetak rekor transfer pemain Inggris saat itu dengan rkor transfer sebesar £500.000 dan hampir dua kali lipat rekor transfer Jerman sebelumnya. Tentu kepindahan Keegan ini menimbulkan kejutan besar di Inggris, Jerman dan Eropa saat itu.

Apalagi Keegan merupakan pesepakbola pertama Inggris yang berkarir di Jerman. Namun pilihannya ke Hamburg juga menimbulkan tanda tanya besar ketika itu. Hamburg bukanlah klub elit Jerman saat itu. Sinar Hamburg kalah dari Bayern Muenchen dan Borussia Monchengladbach yang mendominasi Liga Jerman era 70-an. Bahkan Bayern Muenchen sukses menjadi Juara Piala Campions musim 1973/1974,1974/1975 dan 1975/1976.

Setelah menjadi Juara Liga Jerman terakhir kali pada tahun 1960 prestasi terbaik Hamburg adalah Runner Up Liga Jerman musim 1975/1976 di bawah sang juara Borussia Monchengladbach. Pada akhir musim 1976/1977 Hamburg hanya berada di peringkat 6 Liga Jerman. Namun Hamburg sukses menjadi Juara Piala Winners di kompetisi antar klub Eropa.

Kedatangan Keegan disambut dengan harapan tinggi dari suporter Hamburg yang berharap Keegan mampu membawa Hamburg berjaya di Jerman dan Eropa. Bayaran yang diterimanya di Hamburg jauh lebih tinggi daripada yang diterimanya di Liverpool.

Dalam wawancaranya dengan Brian Moore dari ITV bahwa gaji tahunannya pada musim terakhir dirinya bermain untuk Liverpool adalah £22.000 sedangkan di Hamburg adalah £122.000.Tentu ini menunjukkan harapan besar Hamburg bahwa Keegan mampu membawa Hamburg berjaya.

Pada awal kedatangannya, Keegan sempat kesulitan beradaptasi dengan sepakbola dan budaya Jerman. Bahkan Keegan juga merasa sebagian besar pemain Hamburg tidak menyukai kehadirannya. Ini terlihat dari sikap pemain Hamburg ketika di awal dirinya berlatih yang seperti enggan memberi umpan kepadanya.

Salah satu isu yang membuat beberapa pemain kurang suka kepada Keegan adalah karena sikap Presiden Hamburg Peter Krohn yang mengganti pelatih Kuno Klotzer yang sukses membawa Hamburg menjuarai Piala Winners musim 1976/1977. Apalagi Kuno Klotzer dikenal dekat dengan para pemain Hamburg. Ditambah lagi isu yang berkembang saat itu Klotzer diganti karena mengakomodasi kehadiran Keegan yang tidak sesuai dengan taktik Klotzer.

Hamburg kemudian menunjuk Rudi Guntendorf sebagai pelatih baru. Walau kurang mendapat dukungan pada awalnya dari beberapa rekan setimnya namun para suporter Hamburg menyambutnya dengan antusias. Gaya rambut keriting permanen miliknya menjadi trend di kalangan pendukung Hamburg saat itu dan ditiru para suporter.

Pada pertandingan pra musim yang digelar di Hamburg pada 26 Juli 1977 melawan Barcelona yang merupakan debut Keegan bersama Hamburg, Keegan tampil memukau menghadapi Barcelona yang waktu itu diperkuat Johan Cruyff, Johan Neeskens dan Charles Rexach. Keegan membawa Hamburg menaklukkan Barcelona 6-0 dan dirinya turut mencetak gol saaat itu.

Kevin Keegan mengangkat trofi Juara Liga Jerman (Bundesliga) musim 1978/1979 pada perayaan yang diadakan klub Hamburg.

Namun kemudian kegagalannya membawa Hamburg meraih Juara Piala Super Eropa 1977 membuat banyak fihak ragu dirinya mampu membawa Hamburg bersinar. Apalagi saat itu Hamburg takluk dari mantan klub Keegan sebelumnya Liverpool dengan agregat 1-7.

Debut Keegan di Liga Jerman bersama Hamburg dimulai dengan buruk karena Hamburg kalah 2-5 dari MSV Duisburg dalam pertandingan liga pertama mereka. Rudi Gutendorf, pelatih yang menurut beberapa orang ditunjuk untuk mengakomodasi Keegan,hanya bertahan hingga Oktober 1977 karena serentetan hasil buruk yang dialami Hamburg.

Hamburg kemudian menunjuk Ozan Arkoc sebagai pengganti Rudi Gutendorf. Pada jeda musim dingin musim pertamanya Keegan merasa terisolasi oleh kelompok timnya di ruang ganti, dan membuat dirinya frustrasi hingga dia diusir dari lapangan dalam pertandingan persahabatan melawan klub liga bawah VfB Lübeck. Seorang pemain dalam pertandingan tersebut menargetkan Keegan, dan setelah dipukul untuk ketiga kalinya, Keegan berjalan ke pemain Lübeck yang memprovokasi dirinya dan langsung memukulnya.

Keegan, yang tahu bahwa ia akan diusir dari lapangan, meninggalkan lapangan sebelum wasit mengambil keputusan. Keegan menyatakan bahwa ini adalah titik terendahnya di Jerman. Setelah kejadian itu, ia memutuskan untuk menguasai bahasa Jerman untuk sepenuhnya berintegrasi dalam tim. Sampai saat itu, ia tidak memiliki kemampuan berbahasa Jerman untuk bertanya kepada rekan satu tim mengapa mereka tidak mengoper bola kepadanya, atau untuk menunjukkan kepada mereka bahwa dirinya juga mencintai Hamburg dengan sepenuh hatinya.

Keegan kemudian diskors selama delapan minggu setelah insiden tersebut. Selama masa itu Keegan mencoba mempelajari bahasa dan budaya Jerman seutuhnya.Upayanya ternyata membuahkan hasil positif. Keegan mulai diterima oleh rekan – rekan setimnya. Bahkan bek sayap Hamburg Peter Hidien mengikuti gaya rambutnya dan rekan – rekan setimnya mulai mengundangnya untuk acara yang diadakan oleh para pemain Hamburg.

Harmonisnya hubungan Keegan dengan para pemain Hamburg berbuah positif. Perlahan tapi pasti Hamburg mulai naik dari papan bawah menuju peringkat yang lebih tinggi. Keegan juga menjadi bintang utama Hamburg yang disupport penuh oleh rekan setimnya. Hasilnya di akhir musim 1977/1978 Hamburg berada di peringkat 10 dan Keegan sukses menorehkan 6 gol di Liga Jerman fan total 12 gol unuk Hamburh di semya kompetisi yang diikuti Hamburg. Tidak buruk untuk pemain asing yang baru merumput di Liga Jerman.

Kontribusi positif Keegan di musim perdananya bersama Hamburg ini tidak luput dari perhatian para wartawan dan media. Akhirnya untuk pertama kali dalam perjalanan karirnya Kevin Keegan sukses meraih penghargaan Ballon d’Or 1978 yang merupakan penghargaan sebagai Pemain Terbaik Eropa.

Keegan merupakan pemain non Jerman pertama yang berkarir di Jerman yang meraih penghargaan Ballon d’Or tersebut. Keegan juga masuk ke dalam Tim Terbaik Liga Jerman musim 1977/1978.

Aksi Kevin Keegan ketika memperkuat Hamburg SV menghadapi Nottingham Forest di Final Piala Champions 1980.

Penghargaan ini memunculkan motivasi baru bagi Keegan untuk berprestasi lebih baik lagi di Hamburg pada musim 1978/1979. Hamburg kemudian menunjuk pelatih baru asal Kroasia Branko Zebec menggantikan Ozan Arkoc. Zebec dikenal sebagai orang yang bekerja keras hingga batas maksimal dalam melatih para pemainnya. Skuad Zebec banyak berlari dan Keegan mengaku belum pernah bekerja sekeras itu dalam perjalanan karirnya di sepakbola.

Musim 1978/1979 menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan pencapaian klub pada tahun 1978. Rezim pelatihan yang ketat, peningkatan penguasaan bahasa Jerman Keegan, dan disiplin yang baru diterapkan berkontribusi pada hasil positif yang diraih Keegan dan Hamburg pada musim 1978/1979.

Hamburg sukses meraih gelar Juara Liga Jerman musim 1978/1979. Kevin Keegan menjadi bintang utama dengan mencetak 17 gol yang merupakan pencetak gol terbanyak Hamburg musim 1978/1979. Gelar juara Liga Jerman musim 1978/1979 ini mengakhiri penantian 19 tahun Hamburg tanpa gelar Juara Liga.

Kevin Keegan menduduki peringkat keempat dalam top skor dan satu – satunya pemain non Jerman yang berada di lima besar peringkat top skor Liga Jerman musim 1978/1979.Kevin Keegan juga kembali masuk dalam Tim Terbaik Liga Jerman musim 1978/1979.

Prestasi ini membuat Kevin Keegan kembali dianugerahi penghargaan Ballon d’Or 1979 yang merupakan penghargaan sebagai Pemain Terbaik Eropa. Keegan juga menorehkan sejarah sebagai pesepakbola Britania Raya pertama yang sukses meraih Ballon d’Or dua kali berturut – turut sejak pertama kali diadakan pada tahun 1956. Prestasi Keegan juga luar biasa karena diraihnya saat berkompetisi di luar Inggris.

Lebih dari itu kecintaan pendukung Hamburg makin besar untuk Kevin Keegan.Apalagi Keegan menolak tawaran Real Madrid, Juventus dan Washington Diplomats untuk mengontraknya dari Hamburg. Para pendukung Hamburg kemudian memberi Keegan julukan "The Mighty Mouse" yang berasal dari tokoh superhero kartun populer dari tahun 1970-an dan 1980-an.

Mighty Mouse adalah karakter super hero yang memiliki tubuh kecil namun memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa. Tubuh Keegan yang memang tidak terlalu tinggi untuk ukuran orang Eropa tetapi memiliki tenaga besar membuat dirinya dijuluki dengan tokoh super hero tersebut. Ditambah lagi meskipun bertubuh pendek, Keegan dikenal sebagai penyerang yang sangat tangguh dalam duel udara, memiliki kecepatan lari, dan determinasi tinggi.

Kevin Keegan ketika menandatangani kontrak bersama Hamburg tahun 1977.

Berbagai prestasi ini membuat Keegan kian termotivasi untuk berprestasi lebih baik lagi di Jerman dan Eropa bersama Hamburg.Apalagi Hamburg akan bermain di Piala Champions musim 1979/1980.Dan performa Hamburg tetap terlihat seperti musim sebelumnya meskipun terlibat persaingan ketat dengan Bayern Muenchen.

Di Piala Champions Keegan tampil menawan bersama Hamburg. Setelah di babak awal menaklukkan klub Islandia Valur, Keegan sukses menaklukkan klub Uni Sovyet Dinamo Tbilisi denagn agregat 6-3 di babak 16 besar.Keegan sukses mencetak dua gol dalam kemenangan Hamburg tersebut.

Kemudian di babak 8 besar Keegan membawa Hamburg menyingkirkan klub Yugosalvia Hajduk Split.Hamburg kemudian melangkah ke babak Semifinal menghadapi klub raksasa Spanyol Real Madrid.

Pada leg pertama melawan Real Madrid, Hamburg dengan mudah dikalahkan 0-2 dan sebagian besar pengamat sepak bola memprediksi Hamburg akan tersingkir. Hamburg kemudian mematahkan prediksi tersebut dengan memenangkan leg kedua dengan skor 5-1 sekaligus menyingkirkan Real Madrid dan memastikan diri lolos ke Final. Keegan menganggap ini sebagai salah satu penampilan tim paling luar biasa yang pernah dijalaninya dalam karir sepakbola yang dilaluinya.

Di Final Hamburg menghadapi klub Inggris Nottingham Forest. Meskipun memberi perlawanan ketat Nottingham Forest memenangkan pertandingan dengan skor 1-0 lewat gol yang dicetak John Robertson. Keegan mengngkapkan kekecewaannya atas hasil tersebut dan meminta maaf kepada para pendukung Hamburg.

Di kompetisi Liga Jerman Hamburg gagal mempertahankan gelar Juara Liga Jerman yang diraih musim sebelumnya.Hamburg akhirnya harus puas menduduki peringkat kedua pada klasemen akhir Liga Jerman musim 1979/1980 dan menyerahkan gelar juara kepada Bayern Muenchen dengan selisih hanya dua angka.

Salah satu penyebab kegagalan Hamburg di Liga Jerman dan Piala Champions musim 1979/1980 ini adalah munculnya perselisihan antara Keegan dengan pelatih Branko Zebec.Keegan mengkritik bahwa metode latihan fisik yang diberikan Zebec terlalu berat untuk ukuran pesepakbola modern saat itu karena berpotensi menurunkan kondisi fisik pemain saat bertanding akibat kelelahan.Namun Zebec menolak kritik Keegan tersebut dan menganggapnya berlebihan.

Meskipun gagal meraih Ballon d’Or pada musim 1979/1980,Keegan tetap masuk dalam Tim Terbaik Liga Jerman pada musim 1979/1980.Catatan golnya di Liga Jerman musim 1979/1980 adalah 9 gol.

Namun hubungan yang memburuk bersama pelatih Branko Zebec akhirnya membuat Keegan memutuskan meninggalkan Hamburg pada akhir musim 1979/1980 dan bergabung dengan klub Inggris Southampton dengan nilai transfer £500.000.

Kepergian Keegan ini disesalkan oleh para suporter Hamburg yang sudah mencintai Kevin Keegan dan menaruh harapan besar Keegan akan kembali mampu mengangkat prestasi Hamburg di Jerman dan Eropa. Keegan menjawab kecintaan supporter tersebut dengan rasa haru dan terimakasih atas penghargaan besar yang diterimanya darim pendukung Hamburg selama dirinya berkarir di Hamburg.

Apalagi pada awal kedatangannya di Hamburg Keegan yang kesulitan mencari sereal khas Inggris yang merupakan favoritnya, para pendukung Hamburg yang kemudian mengirimkan sereal favoritnya tersebut beserta daftar pemasok dan toko yang menjual makanan tersebut di Hamburg ke kediamannya di Hamburg. Bukti betapa besarnya arti Keegan bagi para pendukung Hamburg saat itu.

Sebagai bukti penghormatan Hamburg untuk Keegan namanya diabadikan dalam daftar Legenda Hamburg yang dipajang di museum klub Hamburg SV.

Dan di saat Kevin Keegan wafat pada 20 Juli 2026 pendukung Hamburg menyatakan rasa dukacitanya yang dalam atas kepergian sang legenda di akun media sosial Hamburg dan media Jerman.

Ungkapan duka Hamburg SV atas wafatnya Kevin Keegan di akun media sosial resmi mereka 20 Juli 2026.

Hamburg SV sendiri di akun Instagram resminya menyatakan rasa duka cita dan kehilangan yang mendalam atas wafatnya Kevin Keegan.Hamburg SV juga menyebut Kevin Keegan adalah pahlawan bagi klub Hamburg dengan prestasi besarnya membawa Hamburg Juara Liga Jerman musim 1978/1979 dan Runner Up Piala Champions musim 1979/1980.Tak lupa rasa bangga Hamburg karena Kevin Keegan meraih Ballon d’Or 1978 dan 1979 karena kiprah hebatnya di Hamburg.

Tak lupa lupa pula sebagai bentuk penghormatan Hamburg menampilkan cuplikan video aksi – aksi hebat Kevin Keegan bersama Hamburg di akun Intatagram resmi mereka.

Sebuah bukti bahwa Kevin Keegan bukan hanya menjadi Legenda di Inggris tapi juga menjadi Legenda di Jerman.

Selamat jalan Kevin “ The Mighty Mouse” Keegan. WASPADA.id

Penulis adalah pemerhati olahraga

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement