Breaking News
Memuat breaking news...

Kisah Haru Ayahwa dan Nenek Miskin dari Kota Lhokseumawe

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 5 September 2026 - 5.48 PM WIB
Kisah Haru Ayahwa dan Nenek Miskin dari Kota Lhokseumawe
Bupati Aceh Utara, Ayahwa sedang mendengarkan curhatan sang nenek asal Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, terkait permohonan bantuan modal usaha dan bantuan rumah layak huni.Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

Pertemuan penuh air mata antara seorang nenek prasejahtera asal Gampong Hagu, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, dengan Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil—yang akrab disapa Ayahwa—mendadak viral dan menyentuh hati jagat maya belum lama ini.

Didorong rasa bingung dan putus asa karena tidak tahu lagi harus mengadu ke mana di kotanya sendiri, sang nenek memantapkan langkah kakinya yang renta. Ia menempuh perjalanan jauh menuju Kantor Bupati Aceh Utara di Landing, Lhoksukon.

Langkah kaki itu tidak membawa tuntutan besar, melainkan sebuah harapan yang amat sederhana: secercah modal usaha agar ia bisa menyambung hidup dengan berjualan pisang goreng.

Mendengar bait demi bait kisah pilu yang meluncur dari bibir sang nenek, hati Ayahwa seketika terenyuh. Tanpa menunda waktu, sang kepala daerah langsung mengulurkan bantuan modal usaha saat itu juga untuk mewujudkan impian kecil si nenek.

Namun, di balik senyum syukur dan binar bahagia saat menerima bantuan tersebut, terselip duka lain yang lebih mendalam. Di hadapan Ayahwa, dengan suara bergetar, sang nenek pelan-pelan berbisik bahwa ia tidak memiliki rumah. Jangankan tempat tinggal yang nyaman, tempat berteduh untuk sekadar memejamkan mata di kala malam pun ia tak punya.

Mendengar kenyataan pahit itu, Ayahwa dengan sigap meminta Kartu Tanda Penduduk (KTP) sang nenek. Ia langsung menginstruksikan jajarannya untuk mendata dan berjanji akan mengupayakan bantuan rumah yang layak huni bagi sang nenek secepat mungkin.

Momen humanis yang terekam dalam video singkat itu pun memantik simpati luas dari warganet. Doa-doa terbaik mengalir deras di media sosial; mereka berharap modal usaha tersebut menjadi pintu pembuka rezeki yang berkah, dan impian sang nenek untuk memiliki dinding pelindung dari hujan dan panas segera terwujud.

Netizen juga ramai-ramai melayangkan pujian atas ketulusan hati Ayahwa. Meski sang nenek secara administratif bukan merupakan warga kabupaten yang dipimpinnya, Ayahwa tetap membuka pintu ruangannya lebar-lebar, memberikan bantuan, dan berkomitmen memperjuangkan tempat tinggal yang layak bagi sang nenek. WASPADA.id

Maimun Asnawi, S.HI., M.Kom.I

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement