Breaking News
Memuat breaking news...

Komisaris PLN Tinjau Sistem Kelistrikan Sumbagut, Evaluasi Blackout Jadi Fokus Utama

Redaksi
Redaksi
Kamis, 13 Agustus 2026 - 9.54 AM WIB
Komisaris PLN Tinjau Sistem Kelistrikan Sumbagut, Evaluasi Blackout Jadi Fokus Utama
Dewan Komisaris PT PLN (Persero) memperkuat pengawasan terhadap keandalan sistem kelistrikan Sumatera melalui kunjungan kerja ke wilayah kerja PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Sumbagut, Senin (10/8/2026).
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Dewan Komisaris PT PLN (Persero) memperkuat pengawasan terhadap keandalan sistem kelistrikan Sumatera melalui kunjungan kerja ke wilayah kerja PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Sumbagut, Senin (10/8/2026).

Kunjungan kerja yang dilaksanakan di Ruang Rapat Simarjarunjung, Kantor PLN UP2B Sumbagut, Jalan Yos Sudarso, Kota Medan, tersebut dipimpin Komisaris PLN Jisman Parada Hutajulu. Agenda ini menjadi bagian dari upaya PLN memperkuat evaluasi dan kesiapan sistem kelistrikan menyusul gangguan sistem yang menyebabkan blackout di sejumlah wilayah Sumatera pada Mei 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Jisman Parada Hutajulu berdiskusi bersama jajaran PLN di Sumatera Utara, meliputi General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU), Rizki Aftarianto, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara (UID Sumut), Rizky Mochamad, serta General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (UIP3BS), Elvanto, beserta jajaran masing-masing unit.

Pertemuan membahas kondisi sistem kelistrikan, evaluasi terhadap gangguan yang terjadi, kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan, serta langkah-langkah penguatan keandalan dan mitigasi risiko agar kontinuitas pasokan listrik di Sumatera semakin terjaga.

Sebelumnya, gangguan sistem kelistrikan pada Mei 2026 berdampak luas terhadap sejumlah wilayah di Sumatera. Pemerintah melalui Kementerian ESDM mencatat gangguan tersebut berkaitan dengan sistem transmisi dan berdampak secara berantai terhadap sistem kelistrikan Sumatera. PLN kemudian melakukan pemulihan secara bertahap hingga sistem kembali normal.

Komisaris PLN, Jisman Parada Hutajulu menegaskan bahwa keandalan sistem kelistrikan harus menjadi perhatian bersama, khususnya melalui penguatan koordinasi lintas unit dan peningkatan kesiapan menghadapi berbagai potensi gangguan.

“Kejadian blackout menjadi pembelajaran penting bagi PLN untuk terus memperkuat keandalan sistem secara menyeluruh. Tidak hanya memastikan infrastruktur dalam kondisi siap, tetapi juga memastikan koordinasi, respons terhadap gangguan, serta mitigasi risiko berjalan cepat dan efektif. Kita ingin setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sedini mungkin sehingga pelayanan kelistrikan kepada masyarakat tetap terjaga,” ujar Jisman.

GM PLN UIP SBU, Rizki Aftarianto mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan sistem Sumatera. Menurutnya, evaluasi pascagangguan harus diterjemahkan ke dalam langkah konkret, termasuk memastikan kesiapan infrastruktur pembangkit dan jaringan yang sedang maupun akan dibangun.

“Sebagai unit yang memiliki mandat dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, kami melihat keandalan sistem harus dibangun sejak tahap perencanaan dan pembangunan. Setiap proyek yang kami kerjakan tidak hanya harus selesai tepat waktu, tetapi juga harus memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan sistem dan ketahanan kelistrikan Sumatera. Masukan dari Dewan Komisaris menjadi dorongan bagi kami untuk memastikan setiap pembangunan infrastruktur PLN semakin andal, adaptif dan mampu menjawab kebutuhan sistem di masa depan,” tegas Rizki Aftarianto.

Sementara itu, GM PLN UIP3BS, Elvanto menyampaikan bahwa keandalan sistem sangat ditentukan oleh kesiapan jaringan transmisi serta koordinasi pengoperasian sistem secara terpadu.

“Kami terus melakukan evaluasi dan penguatan pada sisi penyaluran serta pengaturan sistem. Setiap kejadian menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapan personel, keandalan infrastruktur dan efektivitas koordinasi. Prinsipnya, sistem harus mampu merespons setiap kondisi secara cepat, terukur dan terkoordinasi,” kata Elvanto.

GM PLN UID Sumut, Rizky Mochamad menekankan pentingnya memastikan kesiapan sistem dari sisi distribusi hingga pelayanan kepada pelanggan.

“Keandalan sistem bukan hanya tentang bagaimana listrik dapat disalurkan, tetapi juga bagaimana kami memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat dan andal ketika terjadi gangguan. Evaluasi ini menjadi momentum bagi kami untuk memperkuat kesiapan operasi, koordinasi antarunit, serta langkah mitigasi sehingga dampak gangguan terhadap pelanggan dapat diminimalkan,” pungkas Rizky Mochamad. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement