Komisi III DPRK Aceh Tamiang Ungkap Penyebab Kelangkaan BBMKomisi III DPRK Aceh Tamiang Ungkap Penyebab Kelangkaan BBM

ACEH TAMIANG (Waspada.id): Komisi III DPRK Aceh Tamiang akhirnya menemukan penyebab kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat. Hal ini terungkap setelah melakukan peninjauan langsung dan pertemuan dengan pihak terkait.
Ketua Komisi III DPRK Aceh Tamiang, Maulizar Zikri yang akrab disapa Dekdan, didampingi anggota Irwan Effendi, Kamis (16/7) menjelaskan antrean di sejumlah titik bahkan mencapai panjang dua hingga tiga kilometer.
Berdasarkan konfirmasi dari pengelola SPBU Alur Bemban dan SPBU Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, pengelola sudah membayar penuh pesanan sebanyak 16 ton Solar, 16 ton Pertalite, dan 8 ton Pertamax. Namun, pasokan yang dikirim Pertamina hanya setengah dari jumlah yang dipesan.
"Karena pasokan yang masuk sedikit, BBM cepat habis dan antrean pun tak terhindarkan," ujar Dekdan.
Menyikapi hal tersebut, rombongan DPRK Aceh Tamiang berkunjung ke Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut di Medan pada Selasa (14/7). Rombongan dipimpin Ketua DPRK Fadlon, S.H., M.Hum., Wakil Ketua Muhammad Nur, S.E., serta anggota Komisi III lainnya.
Rombongan Komisi III berfoto bersama Sales Area Manager Retail Medan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Tito Rivanto Marsono, Selasa (14/7). Foto: Dok. Komisi III DPRK Aceh Tamiang
Dalam pertemuan itu, Sales Area Manager Retail Medan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Tito Rivanto Marsono, menjelaskan kendala pengiriman merupakan akumulasi beberapa faktor: pertama, lonjakan permintaan saat libur kenaikan kelas ditambah kerusakan mobil tangki di jalur Berastagi yang memicu kemacetan lebih dari sehari, membuat armada terhenti.
Kedua, masalah kedisiplinan pengemudi di mitra pengangkut PT Elnusa yang bahkan harus dilakukan pemutusan hubungan kerja, serta adanya perubahan manajemen internal. Ketiga, selisih harga hingga Rp20.000 antara Biosolar dan Dexlite membuat pengguna kendaraan besar beralih, sehingga permintaan Biosolar melonjak 20–30 persen secara mendadak.
Dekdan menambahkan, beban masyarakat terasa lebih berat lantaran baru saja dilanda banjir. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Komisi XII DPR RI terkait masalah ini. Selanjutnya, Komisi III akan mengundang PT Elnusa dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Aceh Tamiang untuk meminta penjelasan rinci.
"Nanti kami undang PT Elnusa hadir dalam RDP untuk meminta penjelasan terkait pengangkutan BBM dari Medan ke Aceh Tamiang," tegas Dekdan.(Parlementaria)
























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda