Komisi IV DPRD Batubara Minta Pengembalian Dana TKD untuk Pemulihan PascabanjirKomisi IV DPRD Batubara Minta Pengembalian Dana TKD untuk Pemulihan Pascabanjir

BATUBARA (Waspada.id): Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Batubara, Ismar Khomri, meminta Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution agar dana transfer ke daerah (TKD) yang dikembalikan pemerintah pusat kepada Pemprov Sumut dipergunakan untuk pemulihan pascabanjir di Desa Gambus Laut, Kecamatan Limapuluh Pesisir, Kabupaten Batubara.
Permintaan tersebut disampaikannya melalui wartawan, Rabu (12/8/2026), pascapertemuan Komisi IV dan kelompok tani Gambus Laut dengan Dinas PSDA, UPTD PSDA Bah Bolon, dan BWS Sumut di Kantor PSDA, Medan, Senin (10/8/2026).
Pada pertemuan yang juga diikuti Kepala Dinas PUTR Batubara Budi Iswan Sinaga tersebut, Ismar menegaskan bukan hanya penanganan darurat yang dibutuhkan masyarakat akibat banjir.
Menurutnya, harus ada penanganan lanjutan, seperti pemulihan masyarakat terdampak dan pemberian bantuan kepada petani yang mengalami kerugian.
Dikatakannya, sekitar 150 hektare lahan pertanian yang terdiri dari tanaman cabai dan padi terdampak. Demikian pula permukiman warga di Dusun VI, VII, dan VIII, Desa Gambus Laut.
“Kondisi tersebut menimbulkan kerugian bagi petani diperkirakan mencapai miliaran rupiah akibat tanaman cabai dan padi terendam air yang berakibat gagal panen,” ungkapnya.
Ia berharap Pemprov Sumut mempertimbangkan penggunaan dana transfer yang dikembalikan pemerintah pusat kepada Pemprov Sumut untuk dialokasikan kepada korban banjir di Desa Gambus Laut.
“Bagaimana 150 hektare lahan petani cabai, padi, beserta permukiman warga yang terendam akibat pengalihan air Sungai Gambus ini dapat menerima bantuan. Harapan kita, pemerintah hadir untuk melakukan pemulihan masyarakat, baik pascatanggap darurat maupun tahap pemulihan,” jelasnya.
Saat ini sedang dikerjakan rehabilitasi turap dan bendungan Dalu-dalu di Sungai Dalu-dalu. Untuk mengefektifkan pengerjaan, air Sungai Dalu-Dalu dialihkan seluruhnya ke Sungai Gambus.
Pengalihan air ke Sungai Gambus mengakibatkan luapan banjir di Desa Gambus Laut dan merendam 150 hektare tanaman cabai serta tanaman padi. Akibat rendaman air tersebut, petani mengalami kerugian sangat besar karena cabai dan padi tidak dapat dipanen akibat layu dan mati.
Berbagai upaya darurat, menurut Ismar Khomri, telah dan masih akan dilakukan beberapa hari ke depan untuk mengantisipasi semakin meluasnya banjir di Desa Gambus Laut yang berpotensi menyebar ke Desa Perupuk dan Desa Lubuk Cuik.
“Kepala UPTD PSDA Bah Bolon, Syahrial Efendi, telah menginstruksikan pihak rekanan dan konsultan proyek untuk segera melakukan langkah konkret guna mengurangi genangan yang telah merendam sekitar 150 hektare lahan pertanian, termasuk tanaman cabai dan padi yang terancam gagal panen,” terang Ismar.
Menurut politisi Partai Golkar tersebut, ada tiga langkah darurat yang diminta Syahrial segera dilaksanakan. Ketiganya, yakni normalisasi, rekayasa aliran air, serta pemasangan sheet pile atau sandbag pada titik-titik yang dianggap diperlukan untuk mengendalikan dan mengarahkan aliran air. (Id.43)





















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda