Breaking News
Memuat breaking news...

Komisi V DPRK Aceh Tamiang Minta Kepsek Transparan Kelola Anggaran Revitalisasi

Redaksi
Redaksi
Selasa, 18 Agustus 2026 - 5.23 PM WIB
Komisi V DPRK Aceh Tamiang Minta Kepsek Transparan Kelola Anggaran Revitalisasi
Komisi V DPRK Aceh Tamiang saat meninjau program revitalisasi pada salah satu sekolah Taman Kanak-kanak (TK) di Aceh Tamiang. (Waspada.id/Ist).
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

ACEH TAMIANG (Waspada.id): Komisi V DPRK Aceh Tamiang meminta kepala sekolah untuk transparan dalam pengelolaan anggaran revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi V, Muhammad Salman Alfarizi, ST, seusai meninjau program revitalisasi pada TK Negeri Pembina Kuala Simpang dan TK Negeri Pembina 2 Karang Baru, pada Kamis, 13 Agustus 2026. Dalam peninjauan tersebut juga ikut serta Ketua Komisi, Adlansyah, SP, Sekretaris Abdul Rani, beserta anggota Komisi Edi Susanto, SE.I, dan Jayanti Sari, SH, M.IP.

Muhammad Salman berharap program ini cepat terselesaikan dan dilaksanakan dengan baik sesuai kebutuhan dalam proses belajar-mengajar.

“Kami melakukan pengawasan, bukan mengaudit program pemerintah ini agar nantinya dapat segera memperbaiki kerusakan sekolah,” tegasnya seraya mengemukakan agar menyampaikan kepada pihaknya apa yang menjadi kendala. Kalau memang tidak ada kendala, segera selesaikan semua tahapan pekerjaan sesuai perencanaan yang telah dibuat.

Pantauan Komisi V pada kedua TK itu, pengerjaan revitalisasi terhadap perbaikan bangunan mencapai progres 70-80 persen, dengan batas waktu penyelesaian 5 September 2026 dan dikhawatirkan nantinya hasil revitalisasi tersebut kurang sempurna.

Jayanti Sari, SH, M.IP, anggota Komisi V, dalam peninjauan itu mengatakan bahwa lambatnya pengerjaan membuat peserta didik terganggu dalam proses belajar-mengajar.

“Kami melihat tidak ada konsultan yang hadir mengawasi kegiatan revit yang dikunjungi, pihak TK juga tidak transparan terhadap data atau dokumen pendukung yang diminta, dan kami melihat peserta didik masih duduk di lantai dikarenakan fasilitas meja kursi belum sampai ke sekolah, padahal anggaran untuk mobiler sudah ditarik oleh Bendahara,” demikian ungkap Jayanti. (Id76)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement