Breaking News
Memuat breaking news...

Komisi VIII: Peran Guru Tak Tergantikan AI

Redaksi
Redaksi
Selasa, 13 Oktober 2026 - 2.40 PM WIB
Komisi VIII: Peran Guru  Tak Tergantikan AI
Kapoksi Komisi VIII DPR RI, H.M. Husni, SE., MM, Rektor UINSU, Prof Nurhayati foto guru dan tenaga pendidik Madrasah Kementerian Agama RI. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

@ Kesejahteraan Guru Agama Harus Setara

MEDAN (Waspada.id): Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), guru tetap memegang peran utama dalam membentuk karakter, menanamkan akhlakul karimah, serta memperkuat nilai-nilai spiritual peserta didik. Karena itu, peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan guru agama menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan Islam yang bermutu dan berdaya saing.

Komitmen tersebut ditegaskan Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VIII DPR RI, H.M. Husni, SE., MM., dalam kegiatan Penguatan Profesionalisme Guru untuk Mewujudkan Pendidikan Islam yang Bermutu dan Berdaya Saing melalui forum Ngobrol Bareng Pendidikan Islam (Ngopi) di Hotel Syariah Grand Jamee, Medan, Senin (12/10). Kegiatan ini diselenggarakan Komisi VIII DPR RI bersama Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan dan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama RI.

Dalam sambutannya, Husni menegaskan komitmen parlemen untuk terus mengawal dan memperjuangkan kesetaraan tunjangan serta peningkatan kesejahteraan guru agama agar seimbang dengan tenaga pendidik di sekolah umum. Menurutnya, penguatan kelembagaan Kementerian Agama pada 2026 berfokus pada sektor keagamaan dan pendidikan Islam. Upaya tersebut perlu diiringi perhatian serius terhadap kesejahteraan dan peningkatan kompetensi guru sebagai ujung tombak pendidikan.

Husni juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi informasi dan AI harus dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran, bukan menggantikan peran guru.“Sehebat apa pun teknologi modern, peran guru dalam membentuk karakter, memberikan keteladanan, menanamkan akhlakul karimah, serta memperkuat nilai-nilai spiritual peserta didik tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin,” demikian penegasan Husni dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., mengapresiasi kepedulian dan sinergi berkelanjutan H.M. Husni bersama Komisi VIII DPR RI dalam mendukung kemajuan pendidikan Islam dan pengembangan UINSU Medan.

Dalam kesempatan itu, Nurhayati menyampaikan materi utama bertajuk “Transformasi Profesionalisme Guru Pendidikan Islam di Era Digital”. Ia menekankan bahwa profesionalisme guru pada era digital tidak cukup hanya diukur dari pemenuhan administrasi, tetapi juga dari kemampuan beradaptasi dengan teknologi secara kritis, kreatif, dan etis.

Rektor mendorong penerapan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam yang berlandaskan tiga prinsip, yakni mindful, yaitu peserta didik menyadari proses belajarnya; meaningful, yakni pembelajaran memiliki makna dan relevansi dengan kehidupan; serta joyful, yaitu proses belajar berlangsung menyenangkan.

Lebih lanjut, Nurhayati menjelaskan pemanfaatan AI secara efektif dalam lima tahapan pembelajaran, yakni Plan, Create, Assess, Reflect, dan Differentiate. Kelima tahapan tersebut dapat membantu guru merencanakan pembelajaran, mengembangkan materi, melakukan penilaian, merefleksikan proses belajar, serta menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik.

Untuk memperkuat kapasitas guru, ia juga memaparkan lima strategi utama, meliputi continuous learning (pembelajaran berkelanjutan), collaborative learning (pembelajaran kolaboratif), reflective practice (praktik reflektif), research-based practice (praktik berbasis penelitian), serta digital and AI literacy (literasi digital dan kecerdasan buatan).Menurut Nurhayati, teknologi dapat membantu guru meningkatkan efektivitas pembelajaran. Namun, makna pendidikan, penanaman nilai, dan keteladanan tetap bertumpu pada sosok guru.

Pada kesempatan tersebut, Nurhayati turut memaparkan perkembangan UINSU Medan yang kini mengelola enam kampus dengan hampir 30.000 mahasiswa. UINSU meraih akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada 2024. Jumlah program studi berakreditasi Unggul juga meningkat dari tujuh menjadi 39 program studi.

Forum yang dipandu moderator Jamaluddin Saputra tersebut berlangsung hangat dan interaktif. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Panitia Muhammad Rifa’i, M.Pd., serta ratusan perwakilan asosiasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan majelis taklim dari berbagai daerah di Sumatera Utara.Sejumlah organisasi yang hadir antara lain MGMP PAI Kota Medan, PGSI Kota Medan, FKG PAI Sumut, Fatwa Al-Amin, Muslimat Al-Washliyah, dan Forum Ustazah Sumut. (wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement