Breaking News
Memuat breaking news...

Komplek Perkantoran Kembali Diguyur Hujan Debu, Warga Huntara Mengeluh

Redaksi
Redaksi
Senin, 27 Juli 2026 - 5.08 PM WIB
Komplek Perkantoran Kembali Diguyur Hujan Debu, Warga Huntara Mengeluh
Kondisi debu di komplek perkantoran Bupati Pidie Jaya. Waspada.id/Nasruddin
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEUREUDU (Waspada.id): Kawasan komplek perkantoran di Kabupaten Pidie Jaya kembali diselimuti hujan debu yang diduga berasal dari aktivitas pembuangan tanah di samping Hunian Sementara (Huntara). Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena dinilai mengganggu aktivitas dan berpotensi mengganggu kesehatan.

Yani, 28, Senin (27/7), mengatakan hujan debu kembali terjadi sejak sepekan terakhir. Menurutnya, debu berasal dari tanah yang diangkut truk lalu dibuang di sisi Huntara.

"Sudah sejak minggu lalu kondisinya kembali seperti ini. Truk pengangkut tanah membuang material di samping Huntara sehingga saat cuaca panas debunya beterbangan," kata Yani.

Keluhan serupa disampaikan Muksin, 45, warga penghuni Huntara. Ia mengaku debu yang beterbangan setiap hari masuk ke dalam hunian dan mengganggu kenyamanan warga.

"Kami tinggal di sini jadi harus menikmati debu setiap hari. Karena teriknya matahari, debu berterbangan dan masuk ke Huntara," ujarnya.

Muksin berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan agar aktivitas pembuangan tanah tidak terus menimbulkan dampak bagi warga.

"Kami sangat mengharapkan pengertian pemerintah. Jangan lagi menambah penyakit kepada kami yang tinggal di Huntara. Setelah kami diminta tinggal di sini, kini kami juga harus menghirup debu setiap hari," tuturnya.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil tindakan, seperti penyiraman lokasi atau langkah lain untuk mengurangi debu, sehingga aktivitas masyarakat di sekitar komplek perkantoran dan Huntara dapat kembali berlangsung dengan nyaman. (Nas)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement