Breaking News
Memuat breaking news...

Komunitas Sastra Deliserdang Deklarasikan Komitmen Bersama

Redaksi
Redaksi
Jumat, 11 September 2026 - 1.59 PM WIB
Komunitas Sastra Deliserdang Deklarasikan Komitmen Bersama
Semangat menjaga sastra dan identitas budaya menguat dalam Seminar Sastra Melayu Serdang, Jumat (11/9/26).(Waspada.id/Idris Lubis)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

DELISERDANG (Waspada.id): Semangat menjaga sastra dan identitas budaya menguat dalam Seminar Sastra Melayu Serdang yang mengangkat tema “Menelusuri Akar, Meneguhkan Identitas, Menatap Masa Depan Sastra Melayu di Serdang” dilaksanakan di Tanjungmorawa Jumat (11/9/26).

Kegiatan ini tidak berhenti pada diskusi dan pemaparan materi. Para pegiat dan komunitas sastra yang hadir sepakat melahirkan deklarasi dan komitmen bersama untuk menjaga, mengembangkan, dan mewariskan nilai-nilai sastra kepada generasi mendatang, khususnya di Kabupaten Deliserdang dan Sumatera Utara.

Muhdi Kurnia yan juga ketua Majelis Sastra Melayu Serdang menyampaikan bahwa deklarasi tersebut merupakan langkah awal untuk memperkuat silaturahmi dan kolaborasi antar-komunitas sastra.

“Kita tidak ingin sastra hanya menjadi kenangan. Kita ingin komunitas-komunitas sastra bergerak bersama, mendokumentasikan karya dan tradisi, dan membuka ruang bagi generasi muda, serta memastikan sastra tetap hidup di tengah perubahan zaman,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Dedi,S.S, yang hadir sebagai narasumber, mengajak seluruh peserta tidak berhenti pada rasa bangga terhadap warisan sastra, tetapi menjadikannya sebagai tanggung jawab bersama.

“Warisan tidak cukup hanya kita kenang, tetapi harus kita hidupkan. Jangan sampai generasi mendatang mengenal sastra Melayu hanya dari cerita bahwa dahulu kita pernah memilikinya. Mari kita dokumentasikan, kita kembangkan, dan kita dekatkan dengan generasi muda,” tegas Dedi.

Menurutnya, deklarasi ini harus menjadi titik awal lahirnya gerakan bersama, bukan sekadar simbol kegiatan.

“Akar kita adalah warisan, identitas kita adalah tanggung jawab, dan masa depan sastra adalah pilihan kita,” tuturnya.

Ia berharap, deklarasi menjadi momentum untuk memperkuat jejaring komunitas sastra di Deliserdang dan membangun kolaborasi yang lebih luas di Sumatera Utara. Seperti dokumentasi sastra, literasi, penerbitan karya, ruang kreatif generasi muda, hingga festival sastra.

"Dari Deliserdang, sastra dirawat. Dari komunitas, gerakan dimulai, untuk generasi, warisan diteruskan," tandasnya.(id.28/Idris Lubis)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement