Breaking News
Memuat breaking news...

Kondisi Sungai Semakin Dangkal, Wilayah Besitang Terus Rentan Dilanda Banjir

Redaksi
Redaksi
Senin, 7 September 2026 - 3.18 PM WIB
Kondisi Sungai Semakin Dangkal, Wilayah Besitang Terus Rentan Dilanda Banjir
BANJIR yang melanda Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Minggu (6/9), telah surut. Warga kini sudah kembali ke rumah masing-masing. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

BESITANG (Waspada.id): Potensi bencana banjir di wilayah Kec. Besitang, khusus di Desa Sekoci, diperkirakan masih tetap tinggi, sebab kerusakan eskosistem kawasan hutan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) sudah demikian parah.

Laju kerusakan DAS, khususnya di kawasan hulu Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) diperkirakan mencapai puluhan ribu hektar. Karena itu, bencana banjir tetap berpotensi melanda daerah ini apabila curah hujan tinggi.

Problem kerusakan kawasan hutan ini sudah menjadi persoalan klasik yang terus saja berlangsung selama belasan tahun. Tapi, ironisnya, hingga kini belum ada upaya konkrit yang berkelanjutan dari pemerintah untuk mengatasinya.

Selain masalah kerusakan DAS, kondisi sungai Besitang saat ini kondisinya sudah sangat dangkal pasca banjir bandang yang terjadi tahun 2006 dan 2025. Kini, kondisi sungai dari hulu hingga hilir terjadi pendangkalan parah.

Warga Besitang sudah sejak lama mendesak pemerintah agar segera melakukan langkah normalisasi sungai, sebab kondisi sungai saat ini sudah cukup dangkal akibat sedimentasi tanah yang terbaru arus banjir bandang.

Selama ini, dalam setiap rapat Musrenbang, masalah ini selalu muncul menjadi agenda usulan yang menjadi prioritas. Namun, hingga kini belum ada terlihat respon konkrit dari pemerintah untuk menindaklanjuti usulan yang keluhan warga.

Nyaris hampir setiap tahun warga dari dua desa dan tiga kelurahan di kecamatan harus menghadapi fenomena banjir. Banjir tahunan kerab melanda, seperti yang terjadi, Senin (6/9), di Desa Sekoci dan Kel. Kampung Lama.

"Ketinggian air mencapai kurang lebih satu meter. Hari ini warga yang sempat mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumah dari sisa lumpur," kata Kades Sekoci, Gunawan, saat dihubungi waspada.id, Senin (6/9).

Saat terjadi benajir, sejumlah relawan berupaya mengevakuasi warga ke dataran yang lebih tinggi. Dalam peristiwa banjir akibat meluapnya sungai Besitang, satu unit rumah warga milik, Ngadinem, mengalami kerusakan.

Terkait soal pendangkalan sungai, Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, Amril, pada kesempatan penutupan pelatihan program Kampung Rescue di Desa Sekoci, Sabtu (5/9), mengatakan, masalah normalisasi sungai sudah diusulkan ke pemerintah pusat.

Beberapa hari sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan bersama Pemkab Langkat meluncurkan program Kampung Rescue di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang.

Program ini bertujuan untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, terutamanya bencana banjir yang kerap melanda Desa Sekoci dan beberapa desa dan kelurahan lainnya di Besitang.

Kegiatan pembekalan berlangsung selama tiga hari, yakni mukai tanggal 3 sampai 5 September 2026. Warga dibekali materi dasar pencarian dan pertolongan (SAR), manajemen darurat, informasi cuaca dari BMKG, serta penanganan bencana secara mandiri.

Plt. Bupati Langkat diwakili Sekda, Amril, menyambut baik program ini sebagai proyek percontohan yang diharapkan dapat dikembangkan di desa lain. “Sinergi antara pemerintah daerah, Basarnas dan masyarakat sangat penting untuk penanganan bencana yang cepat dan efektif,” ujarnya.(id24)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement