Konferensi PWI Sumut Digelar 20-21 November, Tiga Nama Berebut Kursi Ketua

MEDAN (Waspada. Id): Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara, H. Farianda Putra Sinik, SE, memastikan persiapan Konferensi Provinsi PWI Sumut untuk pemilihan ketua periode baru terus dimatangkan.
Farianda mengatakan, panitia pelaksana konferensi sudah terbentuk. Ketua panitia dipercayakan kepada Rifki Warisan.
Hasil rapat panitia, konferensi rencananya akan digelar pada tanggal 20-21 November 2026. Namun tanggal tersebut masih tentatif.
"Tanggal itu tentatif, bisa maju bisa mundur karena SK PWI kan sampai bulan 12. Tergantung kesiapan dana. Alhamdulillah dapat bantuan dari Pemprov Sumut dan ini sedang berproses. Saat ini panitia terus bekerja dan Insya Allah bulan 10 pembukaan pendaftaran calon," ujar Farianda. Saat ditemui disebuah Cafe di Medan, Kamis (17/9/2026) Malam.
Ia menjelaskan, sesuai keputusan panitia, konferensi terbuka untuk seluruh anggota PWI Sumut. Saat ini jumlah anggota PWI Sumut mencapai 900 orang yang tersebar di 33 kabupaten/kota setelah adanya pemekaran tiga daerah.
Untuk bursa calon ketua, sejauh ini ada tiga nama yang menyatakan siap maju. Yakni dirinya sendiri, Rianto SH, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumut, dan Austin Tumengkol.
"Yang baru deklarasi dan sudah melakukan silaturahmi ada tiga. Pertarungan 33 kabupaten/kota ini pertarungan yang luar biasa. Tidak mungkin tiga-tiganya, dua saja tidak mungkin, pasti bertarung," katanya.
Meski persaingan ketat, Farianda berpesan agar konferensi ini dijadikan pesta demokrasi yang menggembirakan, bukan ajang perpecahan.
Ia menegaskan kepada seluruh panitia dan pendukung untuk menghindari fitnah, perpecahan dan bully.
"Ini pesta demokrasi, harus betul-betul pesta yang bergembira ria, bersenang-senang. Yang diadu itu program, bukan masalah pribadi. Saya sampaikan berkali-kali kepada seluruh panitia, tidak boleh saling menjatuhkan. Jika itu terjadi, dosa tanggung masing-masing. Jangan habis konferensi jadi musuhan, saya tidak mau," tegasnya.
"Kita harus mengedepankan persaudaraan, pertemanan, persahabatan karena kita satu wadah, PWI. Satu wadah ini berarti harus bersaudara, harus kompak, tidak boleh ada perpecahan," sambung Farianda.
Farianda juga mengaku sudah berkomunikasi dengan calon lain, termasuk Austin Tumengkol. Ia sepakat kontestasi harus berjalan elegan.
"Silakan bertarung program. Jangan yang lain-lain. Adu gagasan, adu program kerja ke depan. Itu yang bagus," ujarnya.
Terkait program, Farianda menyebut selama lima tahun memimpin, pihaknya fokus pada tiga hal: kesejahteraan, pendidikan, dan perlindungan.
Beberapa program yang sudah berjalan diantaranya perpanjangan kerjasama BPJS Ketenagakerjaan, yang semula hanya meng-cover 565 anggota, kini menjadi 900 anggota untuk Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.
Kemudian program Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Sekolah Jurnalistik, dan berbagai diklat.
Ia juga menjelaskan kebijakan baru soal uang jaminan Rp500 ribu bagi peserta UKW. Menurutnya, itu bukan pungutan, melainkan untuk mengikat komitmen peserta.
"Ini gratis. Uang Rp500 ribu itu dikembalikan setelah selesai. Tujuannya supaya serius. Karena selama ini kuota UKW 60 orang, yang daftar 60, tapi yang datang cuma 55, ada 5 yang tidak datang. Padahal yang betul-betul mau ikut jadi tidak bisa ikut karena kuota penuh. Kalau satu orang tidak datang, kita rugi Rp4 juta, kalau 10 orang Rp40 juta. Jadi uang jaminan itu supaya ada tanggung jawab, dan setelah selesai UKW pasti dikembalikan" pungkasnya.(fs)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda