Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Konflik Gajah Liar Meluas di Bener Meriah, 11 Sekolah Hentikan Belajar Tatap Muka

Redaksi
Redaksi
Jumat, 6 November 2026 - 1.08 PM WIB
Konflik Gajah Liar Meluas di Bener Meriah, 11 Sekolah Hentikan Belajar Tatap Muka
Salah satu gajah Sumatera yang memasuki area pemukiman warga Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah. Dok. Ilustrasi/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

BENER MERIAH (Waspada.id): Konflik antara manusia dan gajah liar di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, semakin meluas. Dalam enam bulan terakhir, gangguan kawanan gajah tidak hanya merusak rumah dan lahan pertanian warga, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan hingga menyebabkan 11 sekolah menghentikan pembelajaran tatap muka.

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah memberlakukan pembelajaran daring sebagai alternatif untuk menghindari risiko keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bener Meriah, Ilham Abdi, mengatakan kebijakan tersebut diambil karena konflik gajah liar di wilayah Pintu Rime Gayo masih berlangsung dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Pembelajaran tidak boleh berhenti dan keselamatan siswa juga lebih utama. Pemerintah menempuh alternatif memberlakukan belajar sistem daring,” kata Ilham saat dikonfirmasi, Jumat (6/11).

Ia menyebutkan, gangguan gajah liar masih terjadi di sejumlah permukiman. Bahkan, pada Kamis malam, pemerintah kembali menerima laporan kawanan gajah merusak dua rumah warga.

“Tadi malam saya menerima laporan gajah liar kembali mengamuk dan merusak dua rumah warga. Kita dalam perjalanan menuju lokasi rumah yang terdampak,” ujarnya.

Berdasarkan laporan Dinas Pendidikan Bener Meriah, terdapat 11 satuan pendidikan yang sementara waktu menghentikan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

Sekolah tersebut yakni SD Negeri Jalung SP 1, SD Negeri Pantan Lah, SD Negeri Antara 40, SD Negeri Dirgantara KM 38, SMP Negeri 2 Pintu Rime Gayo KM 40, SMP Negeri 4 Pintu Rime Gayo, SD Negeri Ulu Naron, SD Negeri Tran Teget SP 2, SD Negeri Pancar Jelobok, SMP Negeri 5 Satu Atap Pancar Jelobok, dan SD Negeri Pantan Sinaku.

Ilham mengatakan, keselamatan siswa dan tenaga pendidik menjadi pertimbangan utama pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan tersebut. Pemkab juga terus berkoordinasi dan memantau perkembangan konflik di lapangan.

Pemerintah mengimbau orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Anak-anak diminta tidak beraktivitas di lokasi yang berpotensi menjadi jalur lintasan maupun tempat keberadaan kawanan gajah liar.

Di sisi lain, Pemkab Bener Meriah berharap pemerintah pusat dan instansi berwenang segera mengambil langkah konkret untuk menangani konflik satwa tersebut. Ilham menilai hingga kini belum ada upaya penanganan nyata dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) maupun Kementerian Kehutanan.

Konflik gajah dan manusia ini menambah persoalan yang dihadapi masyarakat Bener Meriah setelah banjir besar pada November 2025. Saat proses pemulihan infrastruktur, permukiman, dan fasilitas pendidikan masih berlangsung, gangguan gajah liar kembali mengancam aktivitas serta keselamatan warga.(hd)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement